Minggu, 30 Oktober 2011

PANEN HUJAN UNTUK MASA DEPAN (HARVEST RAIN FOR THE FUTURE)


HALAMAN PERSEMBAHAN




Dengan sepenuh hati dan cinta serta ketulusan
kupersembahkan karya ini kepada :
·          
MIN Jejeran, Bantul, Yogyakarta, Indonesia



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang masalah
 Bencana banjir merupakan bencana yang juga terjadi di Indonesia. Banjir ini terjadi baik di kota besar maupun wilayah pegunungan, selain itu juga banjir akibat naiknya air laut (Rob). Bencana banjir disebabkan oleh relief bentang alam Indonesia yang sangat bervariasi dan banyaknya sungai yang mengalir diantaranya. Banjir pada umumnya terjadi di wilayah Indonesia bagian Barat yang  menerima curah hujan lebih banyak dibandingkan wilayah Indonesia bagian Timur.1
Menyikapi situasi kejadian yang akhir-akhir ini marak terjadi dan mencakup lingkungan yang sangat luas bahkan seluruh Indonesia mengalami kejadian banjir. Banjir yang diakibatkan  dari berbagai hal, sangat mengkhawatirkan bangsa Indonesia termasuk warga Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran. Penyebab terjadinya banjir yang antara lain : curah hujan yang terlalu tinggi, buruknya drainase, buruknya kebiasaan masyarakat membuang sampah bukan pada tempatnya, perilaku tidak peduli akan hijaunya alam sekitar dan masih banyak lagi penyebab lain menimbulkan akibat yang sangat parah.
Akibat yang timbul karena terjadinya banjir adalah munculnya
1.     Modul Pelatihan PRB,Ariantoni,Drs,dkk ,PUSKUR-BPP Kementerian Pendidikan nasional,Jakarta tahun 2009
berbagai penyakit, lingkungan menjadi kumuh dan tidak nyaman, apalagi lingkungan yang seharusnya dikondisikan menjadi lingkungan yang kondusif, nyaman dan enjoyable untuk belajar seperti MIN Jejeran. Sebuah masalah besar yang harus diselesaikan oleh seluruh civitas MIN Jejeran agar tunas-tunas bangsa dapat menuntut ilmu dengan baik dan sukses luarbiasa.
Seluruh pemangku kepentingan di Madrasah ini seharusnya segera bersikap untuk menghentikan semia akibat yang sangat mungkin timbul karena genangan air di sekitarnya. Upaya yang efektif dan sikap proaktif sangat dibutuhkan untuk menyudahi permasalahan muncul di hampir setiap musim penghujan tiba.
B.   Rumusan Masalah
Berpijak dari latar belakang masalah di atas maka masalah yang dibahas dalam tulisan ini meliputi:
  1. Bagaimana  motivasi siswa belajar membuat biopori di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul
  2. Faktor apa yang mendukung dan menghambat motivasi siswa belajar  dengan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL)  di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul
  3.  Jumlah hasil yang dicapai siswa  belajar membuat biopori di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul

C.   Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah:
  1. Untuk mengetahui tingkat efektifitas biopori bagi pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul.
  2. Untuk mengetahui hasil yang dicapai dalam pembuatan biopori/sumur resapan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul.
D.   Kegunaan dan Manfaat Penulisan
  1. Sebagai informasi   tentang pembelajaran dengan praktek pembuatan biopori bagi pembelajaran  di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul sebagai laporan penelitian.
  2. Bagi penulis akan mendapat pengalaman dalam menerapkan pendekatan CTL sehingga menambah ilmu pengetahuan baru.
  3. Bagi pembaca sebagai informasi pengetahuan untuk ikut melestarikan lingkungan
  4. Menambah khasanah pengetahuan bagi kita akan pentingnya biopori/sumur resapan
E.   Landasan Teori
1.    Tinjauan tentang biopori
a.    Pengertian biopori
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor. (http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori)
b.    Sejarah ditemukannya biopori
Metode Lubang resapan biopori ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari  Bogor. Pada dasarnya masyarakat Indonesia khususnya masyarakat pedesaaan telah melakukan pembuatan lubang pada tanah untuk menimbun sampah-dedaunan dan sampah organik lainya- sejak zaman dahulu. Sayangnya para pendahulu kita tidak pernah melaukan kajian lebih mendalam menganai apa yang mereka lakukan tersebut. Berangkat  dari kesadaran  bahwa alam di sekitar mareka telah hijau dan merasa cukup dengan melakukan pekerjaan sederhana- melubangi  tanah untuk menimbun sampah- maka hampir-hampir tidak pernah melakukan kajian lebih mendalam. (http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori)
Diantara sekian banyak penduduk yang memang belum mengetahui seluk-beluk masalah lingkungan, masih ada beberapa orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah lingkungan hidup. Teknologi lubang serapan biopori dapat dibuat dengan sangat mudah. Yang penting ada kemauan untuk membuatnya. Biopori adalah lubang digali di tanah dengan diameter 10 – 20 cm dengan kedalaman 80 – 100 cm, yang kemudian dimasuki sampah organik di dalamnya. Lebih bagus kalau sampah organik itu sudah mulai lapuk. Atau kelau masih baru, sampah organik itu perlu  dipotong-potong kecil terlebih dahulu, sehinnga lubang sebesar dan sedalam itu mampu menampung sekitar lima kilogram sampah organik. Yang lebih penting, jangan sekali-kali memasukkan sampah anorganik ke dalamnya, karena selain akan membuat bau yang tidak sedap, maka lubang biopori itu tidak akan dapat berfungsi sebagai penyerap air, atau tidak akan dapat menyuburkan tanah.
Dalam jangka waktu sekitar tiga bulan, sampah organik baru yang telah dimasukkan ke dalam biopori akan menjadi kompos, yang dapat kita ambil untuk memupuk tanaman, atau kita biarkan saja di situ, lalu kita buat lagi biopori lain di tempat lain atau di sebelah biopori yang sudah penuh itu. Dengan demikian, kita akan memiliki banyak biopori di halaman kita, atau kebun kita, atau di tepi-tepi jalan, atau di jalur hijau di jalan-jalan raya. Dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional telah memberikan contoh kepada para pegawai dan masyarakat dengan membuat biopori di tepi gedung bertingkat, di taman-taman di kawasan halaman kantor Depdiknas. Kalau pembuatan biopori dapat dimulai dari halaman Istana Presiden, kantor gubernur, kantor bupati dan walikota, kantor camat, kantor desa, sampai dengan kantor RT dan RW, maka seluruh rumah penduduk di negeri tercinta ini akan memiliki biopori. Dengan demikian, dapat negeri ini akan memperoleh manfaat yang luar biasa.( www.suparlan.com)
c.    Dasar pembuatan biopori di MIN Jejeran
öNs9r& ts? ¨br& ©!$# tAtRr& z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ¼çms3n=|¡sù yìÎ6»oYtƒ Îû ÇÚöF{$# ¢OèO ßl̍øƒä ¾ÏmÎ/ %Yæöy $¸ÿÎ=tGøƒC ¼çmçRºuqø9r& §NèO ßkŠÎgtƒ çm1uŽtIsù #vxÿóÁãB ¢OèO ¼ã&é#yèøgs $¸J»sÜãm 4 ¨bÎ) Îû šÏ9ºsŒ 3tø.Ï%s! Í<'rT{ É=»t7ø9F{$# ÇËÊÈ  
Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, Maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.(Az Zumar:21)
d.    Keunggulan dan manfaat biopori
Pertama, secara bertahap akan mengurangi terjadinya bahaya banjir, karena air hujan dan air limbah rumah tangga akan lebih sepat masuk dan diserap oleh bumi melalui lubang biopori.
Kedua, secara bertahap akan mengurangi bahaya kekeringan, karena bumi kita akan menyimpan air tanah dari proses penyerapan melalui biopori. Lebih dari itu, kita akan memperoleh sumber air dari mata air yang jernih dari tanah kita. Sumber air di negeri ini telah disedot dengan debit yang sangat tinggi. Sementara itu, air hujan dan air di muka bumi tidak dapat diserap kembali ke dalam tanah. Sebaliknya semua air itu terus mengalir menjadi bencana banjir dan longsor tanah.
Ketiga, bumi kita akan memiliki cadangan zat hara berupa kompos yang telah dihasilkan oleh biopori. Sampah organik tidak hanya menjadi CO2 karena telah dibakar. Kebiasaan membakar sampah organik – apalagi membakar hutan -- merupakan kebiasaan yang tidak terpuji dan bahkan tidak manusiawi. Kembalikan sampah organik ke pangkuan bumi melalui biopori. Dengan demikian, tanah kita akan menjadi subur dan muda kembali. Dari tanah yang subur ini kita akan dapat menanam segala macam tumbuhan dan tanaman yang akan berguna bagi umat manusia. ( www.suparlan.com)
Keempat Biaya yang dibutuhkan lebih murah   dibanding pembuatan sumur resapan.
Kelima Mampu mengurangi emisi gas . Dengan cara meng”aktifkan” biopori yaitu mengisi biopori dengan sampah organik yang menjadi sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekoposisi.hal ini dapat mengurangi emisi gas yang diakibatkan karena kegiatan produksi pabrik pupuk.
e.    Lokasi pembuatan
Lubang biopori ini  dibuat di lingkungan sekitar madrasah baik di dasar-dasar saluran air hujan maupun halaman depan, samping serta belakang madrasah.
f.     Tujuan pembuatan biopori/sumur resapan
Tujuan pembuatan Lubang Biopori iniantara lain adalah untuk :
1.    Mengurangi genangan air hujan yang terjadi setiap musim penghujan tiba
2.    Memberikan nutrisi bagi jasad renik yang hidup di dalam tanah
3.    Menampung selama mungkin air hujan yang melimpah di sekitar MIN Jejeran Bantul Yogyakarta.
4.    Memberikan pebelajaran tentang pentingnya membuat biopori untuk menjaga kelestarian lingkungan
5.    Memanen hujan dan menabung air untuk meningkatkan jumlah kandungan air di dalam tanah
6.    Menghijaukan lingkungan sekitar Madrasah agar tercipta suasana yang kondusif, nyaman dan segar dalam Kegiatan Belajar mengajar.

g.    Cara pembuatan
Secara sederhana pembuatan lubang biopori dapat dilakukan sebagai berikut :
1.    Buat lubang  silindris  secara  vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm sedalaman 100 cm atau lebih.
2.    Mulut lubang dapat diperkuat dengan pipa paralon  dan mulut lubang dapat ditutup dengan kaleng bekas yang telah dilubangi atau conblok khusus penutup lubag  biopori.
3.    Isi lubang dengan sampah organik agar sampah menjadi lapuk di dalamnya
4.    Menambahkan isi lubang dengan sampah organik baru.
5.    Kompos yang terdapat di dalam lubang dapat diambil setiap akhir musim kemarau sekaligus melakukan pemeliharaan lubang biopori.
h.    Pemanfaata biopori di MIN jejeran
1.    Sebagai tempat pembuatan pupuk organik yang praktis dan efektif
2.    Untuk media pembelajaran bagi siswa  dan orangtua siswa
3.    Memberikan inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan dan para pengunjung yang datang di MIN Jejeran
4.    Mengurangi genangan air hujan maupun air bekas pemakaian

i.      Managemen pembuatan Lubang biopori
Secara umum managemen yang dilakukan MIN Jejeran dalam rangka pembuatan lubang biopori adalah :
Mengaktifkan peran Komite Madrasah untuk ikut serta dalam pengelolaan dan pembudidayaan lingkungan bersih dan sehat. Wali murid yang tergabung dalam paguyuban wali murid di masing masing kelas mengkoordinasikan tentang berbagai program yang dirancang oleh Komite Madrasah untuk selanjutnya dilaksanakan secara gotong royong dengan moto “saiyeg saeko proyo, saiyeg saeoko kapti”. Tujuan yang canangkan dalam membangun Madrasah ini tidak lepas dari dasar utama bahwa Madrasah adalah milik masyarakat dibangun masyarakat dan dipersembahkan untuk masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia.
Dari kerjasama inilah sehingga terwujud program 1000 biopori untuk MIN Jejeran






BAB II
GAMBARAN MIN JEJERAN *)
A.  Sejarah MIN Jejeran

1.  Awal mula berdirinya MIN Jejeran (Majalah Bakti no. 148 Oktober 2003)
MIN Jejeran didirikan pada tahun 1928 oleh para Kyai dan ulama terutama KH. Muhyiddin, KH. Ridwan dan KH. Hisyam yang pada awal mulanya bernama Madrasah Diniyah Salafiyah. Latar berdirinya lembaga pendidikan ini tentunya tidak dapat dipisahkan dari berkembangnya ide-ide pembaharuan pemikiran di kalangan umat Islam ketika itu. Sebagaimana yang dikemuakakan Karel A. Steenbrink (1986:2723) ide-ide tersebut karena keinginan umat Islam berpegang teguh pada al-Qur’an dan al-Hadits serta menolak taqlid.
Untuk menuju ke arah itu, maka yang diperbaiki adalah lembaga pendidikan. Langkah ini –di samping karena kebanyakan umat Islam belum puas terhadap organisasi yang telah ada– diambil karena kebanyakan lembaga pendidikan masih menggunakan metode tradisional dalam memperlajari agama Islam.
Sumber yang lain menyebutkan bahwa didirikannya Madrasah Diniyah Salafiyah juga dilatarbelakangi dorongan rasa nasionalisme untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa kolonial Belanda. Di samping itu, tentu saja untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak bangsa, sekalipun  kurikulumnya masih sebatas ”nderek kyai”.
Dalam merespon kemajuan zaman, maka pada tahun 1950 Madrasah Diniyah Salafiyah yang menjadi cikal-bakal MIN Jejeran mulai memperbaharui kurikulumnya. Langkah pertama diambil dengan jalan memasukkan pelajaran umum seperti berhitung, olahraga, kesenian dan laian-lain sebagaimana yang ada pada madrasah umum pada saat itu.
Langkah kedua yang ditempuh pada tahun itu juga merubah nama Madrasah Diniyah Salafiyah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah.  Di bawah pengelolaan Dewan Penyantun yang dipimpin K.H. R. Ridha Jalal dan  dibantu oleh K.H. Zahid Ridwan madrasah ini terus mengayuh perjalanan juangnya dengan menyantuni siswa yang kebanyakan dari keluarga kurang dan tidak mampu.
*) Databased MIN Jejeran, Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Keadaan ini berlangsung hingga tahun 1963. mulai tahun tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Jejeran memasuki era baru dengan menggunakan kurikulum yang disusun Departemen Agama RI.
Keputusan ini untuk memenuhi Peraturan Kementrian Agama RI nomor 1 tahun 1946 dan nomor 7 tahun 1950, bahwa madrasah adalah lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan 70% ilmu pengetahuan agama Islam dan 30% ilmu pengetahuan umum serta tunduk pada perundangan yang berlaku.
Selanjutnya, dalam upaya memperkuat eksistensi madrasah, atas ketulusan pengelola dan didukung oleh Dewan Penyantun, maka pada tahun 1963 Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Jejeran diusulkan menjadi madrasah negeri. Sejak saat itu diberlakukanlah uji kelayakan untuk menjadi madrasah negeri.
Uji kelayakan ini berlangsung hingga tahun 1967 sampai akhirnya madrasah ini ditetapkan menjadi MI percobaan Negeri. Setelah masa percobaan ini berjalan dengan baik dan dapat diterima, maka pada tanggal 31 Januari 1968 keluarlah SK menteri Agama RI nomor 14 1968 yang menetapkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Jejeran menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jejeran, dengan kurikulum sepenuhnya mengacu pada kurikulum yang dikeluarkan Departemen Agama. Perlu juga diketahui bahwa saat ini Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran lebih dikenal dengan ”MINejer”.
2.  Era Sebelum gempa
            Sejak awal MIN Jejeran dinegerikan, kepala madrasah yang pertama adalah Bp. Salim Jaman, B.A. sampai tahun 1996 karena purna tugas. Kemudian pada tahun tersebut dilanjutkan oleh Bp. H. Zamari, B.A. sampai tahun 2004 karena promosi sebagai Pengawas dan dilanjutkan oleh Bp. Masruhi S.Ag sampai 2005 karena promosi jabatan sebagai kepala MTs. Dan mulai 1 Agustus 2005 amanah Kepala Madrasah dilanjutkan oleh Drs. Abdul Haris Nufika, M.Pd. (Hasil kumpulan dokumen MIN Jejeran)
Pada masa-masa sebelum gempa 27 Mei 2006, setidak-tidaknya 10 tahun terakhir MIN Jejeran mengalami penguatan jati diri dan eksistansi sebagai Madrasah yang kurikulumnya selain kurikulum Departemen Agama juga mengadopsi kurikulum dari Departemen Pendidikan Nasional. Disamping ujian dari Departemen Agama juga mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan tanpa meninggalkan Departemen Agama, MIN Jejeran selalu intens berkomunikasi, berkoordinasi dan bekerjasama dengan sekolah dan instansi dibawah Departemen pendidikan Nasional. (Hasil wawancara dengan H. Zamari, B.A., mantan kepala Madrasah tahun 1996 – 2004)
Tahun 1998 MIN Jejeran pernah mewakili Kabupaten Bantul maju Lomba UKS (sekarang Lomba Sekolah Sehat) dan menempati rangking 4. Dan, selanjutnya dalam bidang kesehatan anak MIN Jejeran terus menerus menekan pertumbuhan penyakit scabies yang datanya 68% dari siswa yang dirujuk ke puskesmas tahun 1996, dan berangsur turun menjadi hanya tinggal 17% pada tahun 2002 dan 5% pada tahun 2006. (dan 0% pada tahun 2008) (Dokumen rujukan UKS MIN Jejeran).

3.  Pasca gempa bumi 27 Mei 2006
Gempa bumi 27 Mei 2006 telah membawa dampak yang teramat dalam bagi seluruh warga Yogyakarta khususnya di Kabupaten bantul termasuk di dalamnya keluarga besar MIN Jejeran. Harapan untuk hidup tipis, apalagi sampai membangun kembali pergedungan dan melengkapi peralatan yang rusak porak poranda. Pada masa-masa emergensi pasca gempa yang ada hanyalah kekalutan dan serasa lepas sendi-sendi di badan. Hanya sedikit gairah hidup dan adanya seolah-olah hanya ’pasrah’ pada nasib. Tetapi karena tuntutan keadaan maka tidak ada pilihan lain keculai pelaksanaan pendidikan harus tetap berjalan. Maka belajar beralaskan tanah beratapkan langit betul-betul pernah terjadi. Kemudian bertahap bisa belajar di bawah tenda, semua serba apa adanya, kadang pulang pagi karena gempa susulan, ada  yang trauma sehingga keluar dari MIN Jejeran yakni sebanyak 42 anak.
DSC06256Prestasi MIN Jejeran yang paling hebat saat ini adalah dapat bertahan dengan kondisi serba keterbatasan. Banyak LSM datang, simpatisan, relawan dan sebagainya yang hal ini dijadikan kesempatan emas awal mula menggalang kemitraan. Segala kegiatan MIN Jejeran dilaksanakan bekerjasama dengan mitra (LSM, pengusaha, atau pribadi). Maka berlanjutlah kegiatan sampai pada masa-masa recovery.
4.  Pasca rekonstruksi gempa 27 Mei 2006
Peran dan negosiasi antara Departemen Agama dalam hal ini khususnya Kantor Wilayah dan Kantor Kabupaten serta komunikasi intens dengan Dinas pendidikan dan kebudayaan (waktu itu) serta Pemarintah Daerah Kabupaten Bantul membawa hasil dengan hadirnya Plan di MIN Jejeran. Rekonstruksi oleh Plan pun akhirnya disepakati dan berjalan cepat dan akurat.
Segala sesuatunya direncanakan bersama, dikerjakan oleh ahlinya dan diawasi bersama. Aksi Plan ’memberi kail’ untuk MIN Jejeran berdampak positif. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain rekonstruksi gedung, melengkapi peralatan belajar dan mebelair, pelatihan bagi Kepala Madrasah, pelatihan bagi guru, pelatihan untuk murid, pelatihan untuk komite, pelatihan untuk orang tua/wali murid. Pembentukan paguyuban, pemantauan kegiatan madrasah, pembinaan kegiatan, dan dukungan kegiatan. 
Satu persatu prestasi MIN Jejeran mulai diukir diantaranya Juara umum Porseni MI Kabupaten Bantul tahun 2008, Juara Umum pelaksanan Kegiatan ’Fresh’ bersama Yayasan Lestari Indonesia tahun 2008.
B.  Visi dan Misi
  1. Visi
Terwujudnya madrasah berwawasan lingkungan yang  modern, religius, dan sehat













  1. Misi
a.    Menyiapkan generasi yang cerdas, sehat, santun  taat beribadah dan peduli lingkungan;
b.    Menyelenggarakan pendidikan yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang berwawasan lingkungan;
c.    Memanfaatkan teknologi sebagai pendukung proses pembelajaran; dan
d.    Menggalang kerjasama dengan semua fihak meningkatkan mutu warga madrasah.

  1. Tujuan
a.    Madrasah bisa memperoleh input partisipatif
b.    Guru dapat melaksanakan pembelajaran berkwalitas
c.    Siswa mencapai kelulusan tinggi
d.    Terjalin kerjasama dengan DUDI dan orang tua/wali murid tertuang dalam nota kesepahaman

C.  Gambaran fisik dan perlengkapan MIN Jejeran
  1. Gedung megah bergambar mural inspiratif
Gedung MIN Jejeran yang menempati lahan seluas 2485 m2  ini berlantai 2 dengan dinding-dindingnya penuh mural yang dibuat oleh perancang graffiti yang profesional berdasar inisiatif/ide anak-anak sehingga menimbulkan kebanggaan dan inspirasi yang hebat bagi anak-anak dan semua orang yang ada/datang di MIN Jejeran.


  1. Pesan-pesan dinding yang menggelitik ditulis untuk menggugah imajinasi, menimbulkan semangat, dan merangsang otak untuk berani berkreasi.




  1. UKS
Lantai berwarna putih, luasnya 35.19 m2 dan luas ventilasi 4.60 m2 atau 13.07 % dari luas latai. Peralatan ditata berdasarkan abjad atau angka sesuai daftar sehingga memudahkan untuk mencari dan mengenalinya.



  1. Kelengkapan UKS
100_4663Selain yang sudah pasti obat-obatan dan keperluan perawatan, UKS MIN Jejeran memiliki beberapa peralatan yang sangat memadai antara lain sebagaimana terdapat pada tabel berikut:


 







  1. Ruang kelas
Tabel .2 : Persentase Luas Ventilasi Dengn Luas Lantai


Kelas


Luas

Jumlah Siswa


Kepadatan

Luas Ventilasi
Persentase Luas Ventilasi Dengn Luas Lantai
Jarak Papan Tulis dengan Siswa Terdepan
I A
53.04m2
29
1.83
5.5m2
10.36%
2.5m
I B
53.04m2
30
1.77
5.5m2
10.36%
2.5m
II A
53.82m2
23
2.34
6.96m2
12.93%
2.75m
II B
53.82m2
25
2.15
6.96m2
12.93%
2.75m
III A
53.82m2
20
2.69
6.96m2
12.93%
2.60m
III B
35,9 m2
20
1.79
4,6 m2
13,07 %
2.5m
IV A
53.82m2
17
3.16
6.56m2
12.18%
2.85m
IV B
53.04m2
17
3.12
5.5m2
10.36%
2.85m
V A
53.82m2
23
2.34
4.76m2
8.84%
2.75m
V B
53.04m2
18
2.94
5.5m2
10.36%
2.75m
VI A
53.82m2
24
2.24
6.96m2
12.93%
2.60m
VI B
53.82m2
22
2.46
6.96m2
12.93%
2.55m
DSCN1521






  1. 100_4548Ruang Guru
IMG_0703100_4582Ruang guru dengan berbagai fasilitas pendukungnya memungkinkan para guru beraktifitas dengan optimal. Ruang ini berukuran 53.82m2  dengan pencahayaan yang sangat terang baik sinar matahari maupun lampu yang memungkinkan untuk melakukan aktifitas di malam hari. Luas ventilasi 5.5m2  = 10. 22% dari luas lantai dan dilengkapi AC dan komputer.
Jumlah komputer yang dapat digunakan sebanyak 15 unit dengan spesifikasi Pentium 4, 4 laptop dan 2 LCD proyektor.


IMG_0705
 





  1. IMG_0723Ruang Kepala Madrasah
IMG_0728Luas Ruang Kepala Madrasah adalah 21,42 m2 dengan luas ventilasi 2.35 m2 sehingga prosentase perbandingan luas ventilasi dengan luas lantai adalah 10.97%.Ruang kepala madrasah memiliki pencahayaan yang terang dan ventilasi yang saling berhadapan, sehingga tercipta suasana yang nyaman dengan penataan yang rapi dan asri.




  1. Ruang TU
IMG_4441IMG_0715Tidak seperti SD/MI umumnya, MIN Jejeran juga memiliki ruang khusus TU sendiri yang disekat untuk staf TU, untuk staf bendahara dan untuk karyawan komite. Luas lantai 53.82m2 , luas ventilasi 6.56m2 = 12.18% dari luas lantai. Pencahayaan sangat terang dan penataanya rapi.


  1. Ruang ketrampilan
100_4590Ruang ketrampilan berada di lantai dua, berukuran 5,1 meter x 3,9 meter. Ruang itu berfungsi sebagai tempat dokumentasi dan pajanagan hasil karya (ketrampilan) siswa. Namun tidak semua hasil karya siswa dipajang di ruang ketrampilan, beberapa diantaranya dipajang di ruang kelasnya sebagai bentuk penghargaan kepada siswa dan di perpustakaan sebagai koleksi.
  1. Kantin
Kantin ini dinamai ’KEJUJURAN’ sejak tahun pelajaran 2007/2008. Tidak ada alasan khusus waktu itu kecuali ’asyik’ saja. Kelihatannya, kok, bisa menfasilitasi kejujuran anak, dan ternyata anak-anaknya sangat jujur.



  1. Perpustakaan
IMG_4474IMG_4470IMG_0806Ruang perpustakaan berukuran 14 meter x 7 meter = 98 m2, dengan ventilasi seluas 13,95 m2 atau 14,23 % dari luas ruanganyang memungkinkan sirkulasi udara lancar. Ruangan sangat terang karena terdapat 6 buah lampu philip jari 22 wott dan nyaman karena lantai berkarpet. Ruang perpustakaan  suasananya  nyaman, tertata rapi, bersih dan harum.
IMG_0013Perpustakaan MIN Jejeran memiliki   1562 koleksi buku dengan 548 judul. Sedangkan buku kesehatan sebanyak 20 judul. Dengan jumlah exemplar 50 exemplar.

  1.  Mushalla
Hanya dua kata yaitu sejuk dan menentramkan.






100_3859
 

  1. Pagar kokoh dan aman


DSC01553
 




  1. KM/WC siswa dan guru     
Yang pasti baunya wangi, lantai dan dinding bersih, airnya jernih dan melimpah, serta peralatannya lengkap. Jumlahnya 16 buah.
  1. Wastavel
Jumlahnya 22 titik kran cuci tangan sehingga sangat memadai untuk semua siswa dan guru.
  1. Halaman
Wah ...! Betapa nyamannya halamanku. Hijau, rindang, sejuk, ramah untuk bermain dan membantuku menyegarkan diri setelah jenuh belajar.






  1. Pohon-pohon yang rindang
Banyaknya pohon yang tumbuh di depan dan belakang madrasah membantuku mendapatkan oksigen, juga nyaman untuk berteduh.
Yuk, belajar di bawah pohon!









  1. Poster kesehatan
DSCN2957Tidak  hanya ditulis dan dibaca, lho, tapi juga diamalkan; agar kita sehat semua. Kalau sudah sehat, apapun dapat kita kerjakan dengan lebih baik.






15062009525,15062009532



100_4920
 














  1. Taman halaman
100_5741                       Ditata indah oleh pekebun bunga yang berpengalaman. Seluruh sudut yang kita pandang, pasti membekaskan rasa sejuk di hati. Mak nyesss!


100_5742,100_5740
 











  1. DSCN2989Parkir






DSCN3018


DSCN3022

 










Sepeda ditata menurut jenisnya. Ada yang jengki, BMX, federal, mini dan juga midi. Sepeda Bapak/Ibu juga ditata. Rapi, kan. Jangan lupa ditata menurut urutan datangnya; kalau datang lebih dulu, ya harus diparkir dipaling timur. Begitu seterusnya ke arah barat. Hayo, siapa yang datang paling belakang pasti kelihatan.

  1. 100_4887Kebun Madrasah
100_4523Kebun sekolah yang menyanding pagar selalu menumbuhkan kesadaran warga madrasah terhadap kebutuhan sayur dan buah.








  1. Toga
DSC01562Lahan yang multifungsi dengan keteduhan, kerindangan, dan keanekaragaman jenis tanaman obat menjadikan tempat ini nyaman juga untuk arena pembalajaran yang hidup.






DSC01563

DSC01569

 








  1. Bak sampah
DSCN2997100_5554DSCN2858Tempat sampah dengan tiga jenis sesuai dengan warnanya: hijau untuk sampah organik; kuning untuk sampah kertas; dan merah untuk sampah plastik


Nah, yang sedang dibongkar ini sampah organik yang sudah dijadikan kompos –untuk pupuk taman dan kebun kita. Hemat!



  1. 100_4752Sumber air bersih


100_5500
 





100_4585
 

sumber airAir bersih diperoleh dari sumur bor yang tidak tercemar dengan kedalaman menyesuaikan tingkat kedalaman air sumur sekitar madrasah, yakni 6 M (air sumur sekitar lokasi diperoleh pada kedalaman 4-5 M).


  1. Gudang
Kondisi gudang diusahakan semaksimal mungkin tertata dan dan bebas debu





  1. Biopori dan sumur resapan air hujan
DSCN2998DSCN3000Inilah salah satu cara untuk mewariskan air pada anak cucu nanti



100_5271
 








  1. Tangga ramah difabel
Inilah rancangan lingkungan madrasah yang memungkinkan anak difabel (cacat) bisa mengakses pendidikan di sini.
Sebuah rancangan ke depan.




  1. Meja kursi ramah anak
15062009530Meja dan kursi didesain tanpa sudut siku/lancip sehingga aman bagi anak.

PA120017 









  1. Mural diding yang hebat














  1. DSC01769Pesan-pesan mulia
DSC01770Banyaklah belajar dari orang besar karena kelak kamu pun akan menjadi mereka.





  1. Kolam ikan
DSCN3081Kalau kita sayang mereka, maka Allah dan seluruh penghuni langit juga pasti sayang pada kita.

DSCN3087 









  1. Taman baca
IMG_0020Berdampingan dengan ruang perpustakaan dengan kondisi tempat yang selalu segar dan teduh.


DSC01765
 








  1. Tempat wudlu
IMG_4446Tempat wudhu yang representatif dan memiliki 18 titik kran memungkinkan kelancaran agenda shalat berjamaah, baik shalat dhuha maupun shalat maktubah. Tidak  hanya itu, ketersediaan tempat wudhu ini juga memudahkan proses pembelajaran (pembiasaan) dan praktek ibadah.



  1. Ruang tunggu
15062009521Dengan  backgound mural yang artistik dan multifungsi ditambah lokasinya yang terbuka ditingkahi hamparan rumput semakin menambah nyaman bagi para pengunjung, termasuk orangtua yang akan menjemput putra-putrinya.

  1. Pos satpam


100_5432
 

Kendati mungil, namun pos satpam ini tetap menunjukkan keramahannya. Bukan lagi tempat yang kaku, tapi inilah scurity yang dibalut dengan nuansa pendidikan.






DSCN1400D. Gambaran Kegiatan MIN Jejeran

  1. Proses KBM
Seiring dengan perkembangan di dunia pendidikan, lengkap dengan segala macam produknya, MIN Jejeran selalu berlomba untuk menjadi yang terdepan dalam upaya mengfasilitasi peserta didik mencari, menemukan dan memperoleh pengetahuan.
Benua(333)Ada dua model kegiatan pembelajaran yang dikembangkan, yaitu PAKEM dan CTL. Di tangan para guru yang berpengalaman dan berjiwa interpreneurship profesional, pembejalaran yang dijalankan menjadi hidup dan enjoinable. PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan adalah jawaban atas persoalan pembelajaran selama ini yang (dipandangan) otoriter, jumud, menjenuhkan dan searah (teko:guru dan gelas:murid). CTL (Contextual Learning) menuntun peserta didik melakukan dan belajar serta belajar dengan melakukan.













Foto(11)
IMG_0324

 










  1. Dokter kecil
Dalam rangka mewujudkan MIN Jejeran yang sehat paripurna, keberadaan dokter kecil, atau yang sekarang disebut dengan TIWISADA   (Tim Bakti Husada), merupakan satu komponen yang tidak dapat dipisahkan.
TIWISADA inilah yang menjadi garda depan terwujudnya hal di atas. Pelbagai kegiatan dilaksanakan guna membekali kader-kader kesehatan ini menjalankan tugasnya.




IMG_0588
 








  1. PKS
Dengan pakaian serba putih, sebuah topi, tali dengan peliutnya –beratribut layaknya seorang polisi, mereka inilah miniatur-miniatur kedisiplinan seorang polisi. Siaap ... grak!


  1. Upacara Senin dan hari-hari penting lainnya
Upacara harus berjalan dengan khidmat juga disiplin, tetapi bukan berarti kaku. Inilah setidaknya yang ditunjukkan oleh MIN Jejeran. Upacara menjadi menyenangkan, tidak membuat pusing apalagi pinsan.
Tidak jarang juga MIN Jejeran menghadirkan pembina upacara dari luar, misalnya dari unsur polisi dan dinas pendidikan.




  1. Jumantik
IMG_0024IMG_0015Sebuah istilah yang diambil dari akronim juru pemantau jentik, menjadi nama bagi tim pemburu keberadaan jentik. Tidak hanya dalam lingkungan madrasah saja, tim pemantau jentik ini secara rutin berkeliling ke perumahan penduduk untuk memeriksa keberadaan jentik tempat-tempat penampungan air. Dengan berbekal lampu senter, kertas catatan dan stiker PSN, tim ini berusaha meminimalisir perkembangbiakan nyamuk.

  1. Jumangkah
Juru pengambil dan mengumpulkan sampah –inilah istilah aslinya. Tanpa bermaksud memanjakan warga madrasah yang lain, tim ini bertanggung jawab kebersihan lingkungan sekolah. Hal ini lebih dimaksud untuk membangun kesadaran kebersihan lingkungan di samping dijadikan model kepedulian bagi warga madrasah.






  1. Berkebun di Madrasah
Jangan pernah merasa heran manakala anak-anak kita tidak tahu pohon cabai, tomat, bayam, terong dan jenis sayuran yang lain. Jangan pula merasa tercengang kalau anak-anak kita tidak pernah tahu seperti apa pohon bawang atau bahkan yang lebih sepele dari itu.
Sisi inilah yang mendasari keberadaan kebun MIN Jejeran. Di samping itu, keberadaan kebun madrasah ini juga untuk membangun kecintaan anak pada lingkungan. Ingat, kalau kita menyangi tanaman, maka penghuni langit pun akan mencintai kita.

  1. Kegiatan di TOGA

DSCN3108IMG_4297Tidak hanya untuk pengobatan, green house MIN Jejeran juga lebih sering dijadikan media pembelajaran.


100_4327
 






  1. Mengolah Sampah








05062009206


Tidak membuang sampah. Inilah prinsip awal yang harus dipahami dan dipegang. Bukan membuang, tetapi menaruh dan mengolah
 

05062009201


 















IMG_0748


Hasilkan karya dengan sampah!
 

IMG_0741



 


  1. Tadarus al-Qur’an
IMG_4453Menumbuhkan kecintaan pada al-Qur’an menjadi tujuan utama kegiatan ini. Lebih dari itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun karakter keagamaan. Tadarus al-Qur’an dilaksanakan setiap hari sebelum pelajaran dimulai dengan jadwal surat yang berbeda-beda sesuai dengan tingkatan kelas.


IMG_0057
 


  1. Sema’an, Pengajian, dan Mujahadah Rutin
IMG_0046IMG_0055Kegiatan ini dipanitiai oleh orang tua wali murid, salah satu guru dan beberapa wali murid yang khafidz dan dan khafidzah berkenan disima’. Hasilnya cukup memberikan nuansa religius di hati anak-anak dalam rangka pembentukan karakter keagaamaannya.


  1. Tartil Qur’an
DSCN1755Kegiatan ini lebih diarahkan untuk mendalami tata baca al-Qur’an agar sesuai dengan kaidahnya (baca: ilmu Tajwid).
Tentram. Perasaan inilah yang muncul dalam hati manakala mendengarkan manusia-manusia suci ini membacakan firman Allah SWT dengan benar dan tenang.


  1. Khifdhil Qur’an
MIN Jejeran sudah memiliki standar kemampuan yang harus dikuasai setiap anak dalam setiap tingkatan kelasnya, termasuk di dalamnya hafalan al-Qur’an. Namun, harus dipahami bahwa hafalan yang dimaksudkan di sini tidak dimaksudkan untuk membebani anak, tapi sebuah hasil yang berjalan dengan sendirinya. Dimulai dari tadarus setiap hari dengan jadwal surat sesuai tingkatan kelas ditambah dengan kegiatan tartil al-Qur’an untuk mengecek kebenaran bacaan, maka hafalan ini akan dimiliki anak dengan sendirinya.

  1. Khattil Qur’an
Khaththil Qur’an adalah latihan cara menulis halus, indah dan benar ayat-ayat al-Qur’an dan tulisan Arab pada umumnya. Latihan ini membekali anak kemampuan menulis Arab dengan pelbagai jenis khath (baca: font) beserta kaidah penulisan Arab.



  1. Bimbingan Shalat
Tidak hanya pembelajaran yang secara mekanis berlangsung di kelas, bimbingan ibadah, termasuk shalat, juga dilaksanakan di luar jam pelajaran sehingga anak memahami secara pasti kaifiyah ’tata cara’ beribadah dengan benar, baik dari sisi gerakan maupun bacaan.

  1. Shalat jama’ah Dhuha
Kegiatan ini dilaksanakan menyesuaikan jadwal kelas dengan bimbingan guru yang juga sudah terjadwal. Namun, harus tetap dipahami bahwa hal terpenting dalam kegiatan ini adalah menanamkan karakter keagamaan pada diri peserta didik.


  1. Senam jari

Di bawah bimbingan Bu Sulastri (unsur paguyuban orangtua/wali murid), anak-anak dilatih senam jari untuk menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.


  1. Drumband
Inilah regu drum band Adhi Swara MIN Jejeran yang selalu setia menjadi garda depan gerak langkah event-event besar MIN Jejeran.











IMG_4399
 

  1. Tae Kwon Do
Dengan semangat olah raga dan pembinaan mental, Taek Kwon Do MIN Jejeran berlatih penuh semangat.


IMG_4405
 






  1. Club Senam Pagi Indonesia
100_4289Satu ... dua ... tiga ....
Gerakkan semua anggota tubuh agar tidak kaku dan peredaran darah lancar. Kalau badan segar, belajar juga lancar.






  1. Renang
Kalau semua anak MIN Jejeran ditawari ikut renang, pasti semua ikut. Buktinya, walaupun belum punya kolam renang sendiri alias masih menyewa, namun anak-anak di sini selalu bersemangat ikut renang. Wah ... siapa yang mau menyumbang kolam renang untuk anak-anak penuh semangat ini.

  1. Olah Raga
Tidak hanya untuk laki-laki lho, siapapun boleh ikut kegiatan ini. Yang terpenting adalah sehat, semangat, fresh ’segar’ dan siap untuk belajar lagi. Anak-anak MIN Jejeran selalu senang bermain (baca: berolah raga) sepak bola di bawah bimbingan Pak Fakhrul. Ada banyak cabang olah rag yang dimiliki MIN Jejeran, yaitu: sepak bola, kasti, pingpong, badminton dan basket,

  1. 100_4754Egrang
IMG_0185Permainan ini terlihat tradisional, namun tidak semua orang bisa. Butuh keseimbangan yang prima. Ada yang menyebutkan, kemampuan anak menaiki egrang juga dipengaruhi oleh kemampuan otaknya.

  1. TV MINejer












c1

Wah, sudah kayak wartawan beneran.
 

 










  1. MINejer FM
Beriringan dengan TV MINejer, MINejer FM selalu hunting berita untuk kemudian di sajikan dalam bentuk berita. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan membekali peserta didik dengan kemampuan jurnalistik.

  1. FANSHoB (Festival Anak Shaleh Berbakat)
38Kegiatan ini diselenggarakan dengan menggandeng semua pihak dengan tujuan memberikan ruang ekspresi bagi siswa TK dan SD. Kegiatan ini lebih bisa dikatakan panggung pagelaran. Semua boleh tampil dan tampilan apapun boleh.





  1. Camping


IMG_0277,IMG_0372,IMG_0348
 








Menyenangkan dan Berprestasi




  1. Outbond


MIN Jejeran sudah memiliki tim sendiri yang mampu memandu kegiatan out bond
 













  1. Rihlah
Kegiatan luar lain yang diselenggarakan MIN Jejeran adalah rihlah ‘wisata’. Selain wisata, tentunya kegiatan ini juga untuk wahana pendidikan. CTL juga bisa dipadukan dengan kegiatan ini. Berangkat dengan penuh gembira; pulang dengan pengalaman dan semangat baru.
  1. MC 4 bahasa


IMG_0090
 


Dalam kegiatan ini peserta didik dilatih untuk membawakan acara dengan empat bahasa: bahasa Indonesia, Jawa, Arab dan Inggris.




  1. Hadrah
100_4715Terbawa  rasa cinta pada Rasulullah SAW kelompok hadrah ini terbentuk. Tidak ada niatan lain, kecuali mengharapkan syafaat Nabi SAW.




  1. Vokal Group MINejer
Di bidang seni, MIN Jejeran juga menyelenggarakan latihan vokal. Nah, yang dua ini adalah anggota Vocal Group MINejer yang sedang tampil di pentas.









  1. Khitabah/pidato
IMG_0105Inilah salah satu da’i cilik yang dimiliki MIN Jejeran. Walaupun baru kelas III, Istifaul Mawaddah sudah bisa berceramah. Alhasil, gagasan-gagasan yang muncul di MIN Jejeran dapat disebarluaskan oleh da’i kita ini. Semua anak bisa ikut latihan.




  1. Komputer kids
DSCN1038Melalui kegiatan ini, para siswa dapat belajar mengoperasikan komputer. Mereka dapat mengetik, mengolah gambar, mengolah data ataupun membuat tampilan slide. Lihatlah mereka yang sedang asyik dengan program yang dijalankannya.
  1. Matematika dahsyaaat
100_5597Matematika memang menyenangkan.
Itulah kalimat yang diucapkan oleh anak-anak MIN Jejeran. Terlebih lagi dengan bimbingan langsung dari Mas Fakhrur, Matematika seperti permainan. Sst ... dalam UASBN tahun ini ada dua anak MIN Jejeran yang dapat nilai 10. Yang sembilan dan delapan juga banyak.
Selamat, ya! Tunggu saja bonusnya.


100_5595
 







  1. Ayo, hasilnya berapa?Sempoa





DSCN1984


DSCN1980

 










  1. Kreasi istana Pasir


IMG_4273
 

Di bawah keteduhan pohon anak-anak ini berusaha mewujudkan istana impiannya. Mereka bebas membuat kreasi apapun dengan pasir ini. Jangan lupa nati cuci tangan; karena air krannya sudah tersedia banyak.



  1. Mading
Nah ..., siapa yang sudah punya karya boleh dipajang di sini. Tidak harus meniru yang sudah ada; buat saja karya sesukamu.




  1. Program Pendampingan
Program pendampingan adalah kegiatan di luar jam sekolah. Tepatnya, kegiatan ini diberikan kepada siswa setelah selesai jam pelajarannya, tetapi masih ingin di sekolah. Di sini anak-anak akan dibimbing mengerjakan PR, pendalaman materi belajar, pengembangan kreatifitas, origami, renang dan permainan edukatif.






  1. Potong Kuku dan rambut           

IMG_0032Yang mau potong rambut di sini boleh, murah lagi. 


IMG_0033
 


Dengan kuku bersih, tubuh kita bisa sehat karena kita lebih mudah membersihkan tangan sebelum makan.
  1. Bimbingan Konseling
IMG_4442Kalau mau curhat, ya di sini tempatnya. Bapak/Ibu  BK siap memberikan solusi yang terbaik. Hanya saja, harus dipahami bahwa anak yang menghadap BK tidak berarti memiliki “masalah” dalam arti negatif. Sebab, guru BK bertugas mengawasi kemajuan dan perkembangan anak, dari tidak baik menjadi baik dan dari baik menjadi lebih baik lagi.
E. Kekuatan personal Teamwork MINejer
Sumber daya manusia di MIN Jejeran terdiri dari : 1 orang Kepala Madrasah, 20 orang guru  yang 8 orang diantaranya telah tersertifikasi, 2 kandidat sertifikasi, 3 orang sarjana, dan  6 orang dalam pendidikan S 1. Di samping itu MIN Jejeran juga memiliki 1 orang bendahara rutin, 2 orang staf Tata Usaha, 1 orang pegawai perpustakaan,3 orang guru pendampingan, 1 orang cleaning servise, 1 orang penjaga malam dan 1 orang satpam. Dengan demikian jumlah SDM di MIN Jejeran adalah 31 orang.
F. Gambaran Mitra MIN Jejeran
Penggalangan kerjasama merupakan unggulan MIN Jejeran dalam menggerakkan kegiatan madrasah. MIN Jejeran sangat sadar akan munculnya ”pemahaman” publik bahwa sekolah negeri, termasuk juga Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran, tidak diperbolehkan memungut biaya pendidikan dari orangtua/wali murid. Tidak mau terlena dengan kucuran biaya pendidikan dari pemerintah yang belum tentu cukup untuk menjadikan MIN Jejeran lebih dan paling baik, maka membangun kemitraan ini menjadi salah satu pemecahan masalah kekurangan dana, terutama dana kegiatan yang tidak disebutkan dalam DIPA.
Lebih dari itu Kebersihan, keindahan, kesehatan, kenyamanan lingkungan dan tentunya prestasi tidak terlepas dari partisipasi dan kesadaran masyarakat sekitar sebagai pemilik madrasah.
100_4560Hal ini dapat diartikan bahwa kesadaran masyarakat sekitar dengan rasa handarbeni-nya menjadikan cita-cita madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berwawasan lingkungan sebagai sebuah keniscayaan –sangat mungkin tercapai dan inilah yang kini telah dicapai oleh MIN Jejeran.
IMG_0042100_3912Kerja bakti oleh orangtuaIMG_0650100_4550Kepedulian orangtua/ wali murid MIN Jejeran kini tidak lagi hanya terbatas pada permasalah akademis, tetapi sudah mencakup semua program yang dicanangkan, dilaksanakan dan dievaluasi bersama. Kiranya foto-foto di bawah ini lebih mewakili apa yang dipaparkan di atas.







100_3918,kerja bakti oleh warga MIN


Kerja bakti oleh muspika



kerja bakti bersama warga sekitar

 






100_4311 





















G. Gambaran prestasi MIN Jejeran

PANEN DAN  TABUNG AIR HUJAN UNTUK MASA DEPAN
DENGAN BIOPORI DAN RESAPAN


BAB IV
PENUTUP

A.     Kesimpulan
1.  Kegiatan kegiatan pembuatan biopori di madrasah sudah berjalan dengan baik.
2.  Dengan dilaksanakann pembelajaran secara kontekstual/ praktek  langsung  maka terciptalah sekolah atau madrasah yang siswanya tetap sehat dan bersekolah yang nyaman, asri, bersih, dan hebat prestasinya.

B.     Saran
Program ini dapat berjalan dengan baik bila :
1.    Kerjasama antara madrasah dengan orangtua atau wali patembayan atau paguyuban komite, masyarakat, pemerintah dan instansi yang terkait lebih ditingkatkan.
2.    Kesadaran untuk tetap menjadikan madrasah sebagai tempat untuk membangun masyarakat yang cinta lingkungan  selalu dilaksanakan dan diimplementasikan dalam semua bidang studi
3.    Do it now.


IDENTITAS
Nama                                     : Akhmad Farid
Tempat dan Tanggal Lahir : Bantul, 10 Mei 1971
Tempat Kerja                         : MIN Jejeran
Mata pelajaran yang diampu: Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Arab,
Seni Budaya dan Ketrampilan, Tehnik Komputer
Status                                     : PNS
Lama Mengajar                    : 5 tahun
Alamat Kantor                       : MIN Jejeran, UPTD Pleret Bantul
Alamat Sesuai KTP             :  Ploso, Wonolelo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Alamat Domisili                    : Ploso, Wonolelo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Alamat e-mail                                    : farid_710510@yahoo.com
Pengalaman Pendidikan
Kualifikasi Akademik
No
Jenjang
Program Studi
Perguruan Tinggi
Tahun Lulus
1
SLTA

PGAN Yogyakarta 1
1989
2
PT
PAI
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
-






A.     Pendidikan (Pelatihan yang pernah diikuti)
No
Nama Pelatihan
Lama Pelatihan
Tempat
Tahun
1
Workshop Mapel Biologi

Kanwil Depag DIY
02/09/2006
2
Workshop Guru Kelas

Palembang
19/09/2006
3
Pelatihan Peran Dewan Sekolah

Hotel Brogto DIY 
08/12/2006
4
Sosialisasi KTSP

01/MI.G/XII/2006
19/12/2006
5
Orientasi Peningkatan Kompetensi Pembelajaran MI

MIN Pajangan Bantul
10/01/2007
6
Pelatihan Pembelajaran Pakem

Hotel Brogto DIY 
18/01/2007
7
Pelatihan Penyusunan LKS

Hotel Ros in DIY 
26/04/2007
8
Workshop RAPBS/M

Wisma pertanian Malioboro DIY 
26/08/2007
9
Orientasi Kepala Sekolah

PPPG kesenian DIY
31/08/2007
10
Seminar Nasional Membangun Budaya Menulis

Diknan Bantul
03/11/2007
11
Workshop Peningkatan Peran Guru Dalam Jurnalistik

Smk 1 Bantul
05/01/2008
12
TOT MBS

Hotel Ros in DIY 
12/02/2008
13
Workshop SIP

MIN Jejeran 
24/05/2008
14
Seminar  Nasional Tehnik Mendongeng

Gedung Kesenian Gabusan
24/08/2008
15
Workshop Pengembangan Kultur Membaca dan menulis

Hotel Ros in DIY 
12/12/2009
16
Seminar Pengurangan Risiko Bencana

 Hotel Brongto DIY
14/12/2009
17
Workshop: Innovative Arabic teaching Method

UMY
06/02/2010
18
Matematika Dahsyat Seminar

MIN Jejeran 
Mar-10
19
Lokakarya UASBN SD/MI

Gedung PWRI DIY
07/03/2010
20
Pelatihan Tehnik Menghafal Cepat al Asma al Husna Metode Hanifida

UIN Sunan Kalijaga
03/04/2010
21
Pelatihan Tehnik Menghafal Al Qur'an Model File Computer Metode Hanifida

UIN Sunan Kalijaga
04/04/2010
22
Pelatihan Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah

UIN Sunan Kalijaga
08/05/2010
23
Workshop Meningkatkan Produktifitas dan Kreatifitas guru dalam Rangka Mewujudkan Pendidik yang Profesional

MIN Jejeran
09/08/2010
24
Pembimbing Mahasiswa PPL-KKN Integratif UIN Sunan Kalijaga  Yogyakarta

MIN Jejeran
30/08/2010

A.   Riwayat Mengajar
No
Mata Pelajaran
Kelas
Sekolah
Tahun
1
IPA  VI
MIN Jejeran
20082010
2
Bahasa Arab IV,V,VI
MIN Jejeran
2005-2010
3
SBK
MIN Jejeran
2008-2010
4
SKI IV,VI
MIN Jejeran
2005 – 2007
5
QH VI
MIN Jejeran
2008 -2010
6
Bahasa Indonesia
MIN Jejeran
2006- 2007
7
Tehnik Komputer I,II,VI
MIN Jejeran
2007-2010
B.   Pengalaman Penelitian
No
Judul Penelitian
Posisi Keterlibatan
Sumber Dana
Tahun











C.   Publikasi
No
Judul Artikel / Buku
Penerbit
Tahun





D.   Penghargaan yang Pernah Diperoleh
No
Nama Penghargaan
Pemberi Penghargaan
Tahun











SURAT KETERANGAN
Nomor :................................................

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama             : Drs. Abdul Haris Nufika, M.Pd.
NIP                 : 196310 271996 03 1001
Jabatan          : Kepala Madrasah Min Jejeran
Dengan ini menerangkan :
Nama             : AKHMAD FARID
NIP                 : 19710510 200501 1004
Jabatan          : Guru Min Jejeran
Telah membuat karya tulis dengan judul Menabung air untuk masa depan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Yogyakarta” dan berkaitan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas VI, tema Ekosistem, yang sesuai dengan tugas mengajar.
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.

Pleret, 10 Oktober 2010



Drs. Abdul Haris Nufika, M.Pd.
NIP. 196310 27 199603 1 001


REFERENSI
( Cantumkan tiga nama yang dapat dihubungi untuk mendapat referensi tentang anda )
Referensi I
Nama
:
Drs. Abdul Haris Nufika, M.Pd
Relasi dengan Peserta
:
Kepala Madrasah
Alamat
:
MIN Jejeran
Telepon/Fax
:
0274 4399810/ Fax. 0274 4399810
HP
:
0856 2868 463
Email
:
min_jejeran@yahoo.co.id

Referensi II
Nama
:
Hanik Nurul Hidayah
Relasi dengan Peserta
:
Teman Sejawat
Alamat
:
Bodon RT 09/05, Jagalan, Banguntapan
Telepon/Fax
:
-
HP
:
0815 7850 6123
Email
:
-

Referensi III
Nama
:
ULIL HASANAH
Relasi dengan Peserta
:
FPRB (VIDKOM)
Alamat
:
Ploso, Wonolelo,Pleret, Bantul
Telepon/Fax
:
0274 441003
HP
:
 085878802122
Email
:
-




SURAT PERNYATAAN



Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama (sesuai KTP)             : Akhmad Farid
Tempat dan Tanggal Lahir : Bantul, 10 Mei 1971
Alamat Surat                        : MIN Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul



Menyatakan bahwa karya yang saya ajukan dalam aplikasi Pemilihan Data Lingkungan Regional Jawa 2010 adalah benar-benar asli karya saya dan dapat dipertanggungjawabkan di depan hukum.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguh-sungguhnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun untuk dipergunakan seperlunya.



Pleret, 14 Oktober 2010


AKHMAD FARID
NIP. 19710510 200501 1001



DAFTAR PUSTAKA
www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com.Maumere, Desember 2007
Databased MIN Jejeran, Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Ariantoni,Drs,dkk Modul Pelatihan PRB, ,PUSKUR-BPP Kementerian Pendidikan nasional,Jakarta tahun 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar