HALAMAN PERSEMBAHAN
Dengan sepenuh hati
dan cinta serta ketulusan
kupersembahkan karya
ini kepada :
·
MIN Jejeran, Bantul,
Yogyakarta, Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
masalah
Bencana banjir merupakan bencana yang juga
terjadi di Indonesia. Banjir ini terjadi baik di kota besar maupun wilayah
pegunungan, selain itu juga banjir akibat naiknya air laut (Rob). Bencana
banjir disebabkan oleh relief bentang alam Indonesia yang sangat bervariasi dan
banyaknya sungai yang mengalir diantaranya. Banjir pada umumnya terjadi di
wilayah Indonesia bagian Barat yang
menerima curah hujan lebih banyak dibandingkan wilayah Indonesia bagian
Timur.1
Menyikapi situasi
kejadian yang akhir-akhir ini marak terjadi dan mencakup lingkungan yang sangat
luas bahkan seluruh Indonesia mengalami kejadian banjir. Banjir yang diakibatkan
dari berbagai hal, sangat
mengkhawatirkan bangsa Indonesia termasuk warga Madrasah Ibtidaiyah Negeri
Jejeran. Penyebab terjadinya banjir yang antara lain : curah hujan yang terlalu
tinggi, buruknya drainase, buruknya kebiasaan masyarakat membuang sampah bukan
pada tempatnya, perilaku tidak peduli akan hijaunya alam sekitar dan masih
banyak lagi penyebab lain menimbulkan akibat yang sangat parah.
Akibat yang timbul
karena terjadinya banjir adalah munculnya
1. Modul Pelatihan PRB,Ariantoni,Drs,dkk ,PUSKUR-BPP Kementerian Pendidikan
nasional,Jakarta tahun 2009
berbagai penyakit,
lingkungan menjadi kumuh dan tidak nyaman, apalagi lingkungan yang seharusnya
dikondisikan menjadi lingkungan yang kondusif, nyaman dan enjoyable untuk
belajar seperti MIN Jejeran. Sebuah masalah besar yang harus diselesaikan oleh
seluruh civitas MIN Jejeran agar tunas-tunas bangsa dapat menuntut ilmu dengan
baik dan sukses luarbiasa.
Seluruh pemangku
kepentingan di Madrasah ini seharusnya segera bersikap untuk menghentikan semia
akibat yang sangat mungkin timbul karena genangan air di sekitarnya. Upaya yang
efektif dan sikap proaktif sangat dibutuhkan untuk menyudahi permasalahan
muncul di hampir setiap musim penghujan tiba.
B.
Rumusan Masalah
Berpijak dari latar
belakang masalah di atas maka masalah yang dibahas dalam tulisan ini meliputi:
- Bagaimana motivasi siswa belajar membuat biopori di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul
- Faktor apa yang mendukung dan menghambat motivasi siswa belajar dengan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul
- Jumlah hasil yang dicapai siswa belajar membuat biopori di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah:
- Untuk mengetahui tingkat efektifitas biopori bagi pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul.
- Untuk mengetahui hasil yang dicapai dalam pembuatan biopori/sumur resapan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul.
D.
Kegunaan dan Manfaat
Penulisan
- Sebagai informasi tentang pembelajaran dengan praktek pembuatan biopori bagi pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Wonokromo Pleret Bantul sebagai laporan penelitian.
- Bagi penulis akan mendapat pengalaman dalam menerapkan pendekatan CTL sehingga menambah ilmu pengetahuan baru.
- Bagi pembaca sebagai informasi pengetahuan untuk ikut melestarikan lingkungan
- Menambah khasanah pengetahuan bagi kita akan pentingnya biopori/sumur resapan
E.
Landasan Teori
1.
Tinjauan tentang biopori
a.
Pengertian biopori
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk
mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini
dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor. (http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori)
b.
Sejarah ditemukannya
biopori
Metode Lubang
resapan biopori ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Bogor. Pada dasarnya masyarakat Indonesia
khususnya masyarakat pedesaaan telah melakukan pembuatan lubang pada tanah
untuk menimbun sampah-dedaunan dan sampah organik lainya- sejak zaman dahulu.
Sayangnya para pendahulu kita tidak pernah melaukan kajian lebih mendalam
menganai apa yang mereka lakukan tersebut. Berangkat dari kesadaran bahwa alam di sekitar mareka telah hijau dan
merasa cukup dengan melakukan pekerjaan sederhana- melubangi tanah untuk menimbun sampah- maka
hampir-hampir tidak pernah melakukan kajian lebih mendalam. (http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori)
Diantara
sekian banyak penduduk yang memang belum mengetahui seluk-beluk masalah
lingkungan, masih ada beberapa orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap
masalah lingkungan hidup. Teknologi lubang serapan biopori dapat dibuat dengan
sangat mudah. Yang penting ada kemauan untuk membuatnya. Biopori adalah lubang
digali di tanah dengan diameter 10 – 20 cm dengan kedalaman 80 – 100 cm, yang
kemudian dimasuki sampah organik di dalamnya. Lebih bagus kalau sampah organik
itu sudah mulai lapuk. Atau kelau masih baru, sampah organik itu perlu
dipotong-potong kecil terlebih dahulu, sehinnga lubang sebesar dan sedalam itu
mampu menampung sekitar lima kilogram sampah organik. Yang lebih penting,
jangan sekali-kali memasukkan sampah anorganik ke dalamnya, karena selain akan
membuat bau yang tidak sedap, maka lubang biopori itu tidak akan dapat
berfungsi sebagai penyerap air, atau tidak akan dapat menyuburkan tanah.
Dalam
jangka waktu sekitar tiga bulan, sampah organik baru yang telah dimasukkan ke
dalam biopori akan menjadi kompos, yang dapat kita ambil untuk memupuk tanaman,
atau kita biarkan saja di situ, lalu kita buat lagi biopori lain di tempat lain
atau di sebelah biopori yang sudah penuh itu. Dengan demikian, kita akan
memiliki banyak biopori di halaman kita, atau kebun kita, atau di tepi-tepi
jalan, atau di jalur hijau di jalan-jalan raya. Dalam hal ini, Departemen
Pendidikan Nasional telah memberikan contoh kepada para pegawai dan masyarakat
dengan membuat biopori di tepi gedung bertingkat, di taman-taman di kawasan
halaman kantor Depdiknas. Kalau pembuatan biopori dapat dimulai dari halaman
Istana Presiden, kantor gubernur, kantor bupati dan walikota, kantor camat,
kantor desa, sampai dengan kantor RT dan RW, maka seluruh rumah penduduk di
negeri tercinta ini akan memiliki biopori. Dengan demikian, dapat negeri ini
akan memperoleh manfaat yang luar biasa.( www.suparlan.com)
c.
Dasar pembuatan
biopori di MIN Jejeran
öNs9r& ts? ¨br& ©!$# tAtRr& z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ¼çms3n=|¡sù yìÎ6»oYt Îû ÇÚöF{$# ¢OèO ßlÌøä ¾ÏmÎ/ %Yæöy $¸ÿÎ=tGøC ¼çmçRºuqø9r& §NèO ßkÎgt çm1utIsù #vxÿóÁãB ¢OèO ¼ã&é#yèøgs $¸J»sÜãm 4 ¨bÎ) Îû Ï9ºs 3tø.Ï%s! Í<'rT{ É=»t7ø9F{$# ÇËÊÈ
“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa
Sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, Maka diaturnya menjadi
sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman
yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan,
kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.(Az Zumar:21)
d.
Keunggulan dan
manfaat biopori
Pertama, secara bertahap akan mengurangi
terjadinya bahaya banjir, karena air hujan dan air limbah rumah tangga akan lebih sepat masuk
dan diserap
oleh bumi melalui lubang
biopori.
Kedua, secara bertahap akan mengurangi bahaya kekeringan, karena bumi
kita akan menyimpan air tanah dari proses penyerapan melalui biopori. Lebih
dari itu, kita akan memperoleh sumber air dari mata air yang jernih dari tanah
kita. Sumber air di negeri ini telah disedot dengan debit yang sangat tinggi.
Sementara itu, air hujan dan air di muka bumi tidak dapat diserap kembali ke dalam
tanah. Sebaliknya semua air itu terus mengalir menjadi bencana banjir dan
longsor tanah.
Ketiga, bumi kita akan memiliki cadangan zat hara berupa kompos yang
telah dihasilkan oleh biopori. Sampah organik tidak hanya menjadi CO2 karena
telah dibakar. Kebiasaan membakar sampah organik – apalagi membakar hutan --
merupakan kebiasaan yang tidak terpuji dan bahkan tidak manusiawi. Kembalikan
sampah organik ke pangkuan bumi melalui biopori. Dengan demikian, tanah kita
akan menjadi subur dan muda kembali. Dari tanah yang subur ini kita akan dapat
menanam segala macam tumbuhan dan tanaman yang akan berguna bagi umat manusia.
( www.suparlan.com)
Keempat Biaya yang dibutuhkan lebih
murah dibanding pembuatan sumur
resapan.
Kelima Mampu mengurangi emisi gas
. Dengan cara meng”aktifkan” biopori yaitu mengisi biopori dengan sampah
organik yang menjadi sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan
kegiatannya melalui proses dekoposisi.hal ini dapat mengurangi emisi gas yang
diakibatkan karena kegiatan produksi pabrik pupuk.
e.
Lokasi pembuatan
Lubang biopori
ini dibuat di lingkungan sekitar
madrasah baik di dasar-dasar saluran air hujan maupun halaman depan, samping
serta belakang madrasah.
f.
Tujuan pembuatan
biopori/sumur resapan
Tujuan pembuatan Lubang Biopori iniantara lain
adalah untuk :
1.
Mengurangi genangan
air hujan yang terjadi setiap musim penghujan tiba
2.
Memberikan nutrisi
bagi jasad renik yang hidup di dalam tanah
3.
Menampung selama
mungkin air hujan yang melimpah di sekitar MIN Jejeran Bantul Yogyakarta.
4.
Memberikan
pebelajaran tentang pentingnya membuat biopori untuk menjaga kelestarian
lingkungan
5.
Memanen hujan dan
menabung air untuk meningkatkan jumlah kandungan air di dalam tanah
6.
Menghijaukan
lingkungan sekitar Madrasah agar tercipta suasana yang kondusif, nyaman dan
segar dalam Kegiatan Belajar mengajar.
g.
Cara pembuatan
Secara sederhana pembuatan lubang biopori dapat dilakukan
sebagai berikut :
1. Buat lubang silindris
secara vertikal ke dalam tanah
dengan diameter 10 cm sedalaman 100 cm atau lebih.
2. Mulut lubang dapat
diperkuat dengan pipa paralon dan mulut
lubang dapat ditutup dengan kaleng bekas yang telah dilubangi atau conblok
khusus penutup lubag biopori.
3. Isi lubang dengan
sampah organik agar sampah menjadi lapuk di dalamnya
4. Menambahkan isi
lubang dengan sampah organik baru.
5. Kompos yang terdapat
di dalam lubang dapat diambil setiap akhir musim kemarau sekaligus melakukan
pemeliharaan lubang biopori.
h.
Pemanfaata biopori
di MIN jejeran
1.
Sebagai tempat
pembuatan pupuk organik yang praktis dan efektif
2.
Untuk media
pembelajaran bagi siswa dan orangtua
siswa
3.
Memberikan inspirasi
bagi seluruh pemangku kepentingan dan para pengunjung yang datang di MIN
Jejeran
4.
Mengurangi genangan
air hujan maupun air bekas pemakaian
i.
Managemen pembuatan
Lubang biopori
Secara umum managemen yang dilakukan MIN
Jejeran dalam rangka pembuatan lubang biopori adalah :
Mengaktifkan peran
Komite Madrasah untuk ikut serta dalam pengelolaan dan pembudidayaan lingkungan
bersih dan sehat. Wali murid yang tergabung dalam paguyuban wali murid di
masing masing kelas mengkoordinasikan tentang berbagai program yang dirancang
oleh Komite Madrasah untuk selanjutnya dilaksanakan secara gotong royong dengan
moto “saiyeg saeko proyo, saiyeg saeoko kapti”. Tujuan yang canangkan
dalam membangun Madrasah ini tidak lepas dari dasar utama bahwa Madrasah adalah
milik masyarakat dibangun masyarakat dan dipersembahkan untuk masyarakat dan
masa depan bangsa Indonesia.
Dari kerjasama
inilah sehingga terwujud program 1000 biopori untuk MIN Jejeran
BAB II
GAMBARAN MIN JEJERAN *)
A. Sejarah MIN Jejeran
1. Awal mula berdirinya MIN Jejeran
(Majalah Bakti no. 148 Oktober 2003)
MIN Jejeran
didirikan pada tahun 1928 oleh para Kyai dan ulama terutama KH. Muhyiddin, KH.
Ridwan dan KH. Hisyam yang pada awal mulanya bernama Madrasah Diniyah
Salafiyah. Latar berdirinya lembaga pendidikan ini tentunya tidak dapat
dipisahkan dari berkembangnya ide-ide pembaharuan pemikiran di kalangan umat
Islam ketika itu. Sebagaimana yang dikemuakakan Karel A. Steenbrink (1986:2723)
ide-ide tersebut karena keinginan umat Islam berpegang teguh pada al-Qur’an dan
al-Hadits serta menolak taqlid.
Untuk menuju ke arah
itu, maka yang diperbaiki adalah lembaga pendidikan. Langkah ini –di samping
karena kebanyakan umat Islam belum puas terhadap organisasi yang telah ada–
diambil karena kebanyakan lembaga pendidikan masih menggunakan metode
tradisional dalam memperlajari agama Islam.
Sumber yang lain
menyebutkan bahwa didirikannya Madrasah Diniyah Salafiyah juga dilatarbelakangi
dorongan rasa nasionalisme untuk melakukan perlawanan terhadap penguasa
kolonial Belanda. Di samping itu, tentu saja untuk memberikan kesempatan
belajar bagi anak-anak bangsa, sekalipun
kurikulumnya masih sebatas ”nderek kyai”.
Dalam merespon
kemajuan zaman, maka pada tahun 1950 Madrasah Diniyah Salafiyah yang menjadi
cikal-bakal MIN Jejeran mulai memperbaharui kurikulumnya. Langkah pertama
diambil dengan jalan memasukkan pelajaran umum seperti berhitung, olahraga,
kesenian dan laian-lain sebagaimana yang ada pada madrasah umum pada saat itu.
Langkah kedua yang
ditempuh pada tahun itu juga merubah nama Madrasah Diniyah Salafiyah menjadi Madrasah
Ibtidaiyah Salafiyah. Di bawah
pengelolaan Dewan Penyantun yang dipimpin K.H. R. Ridha Jalal dan dibantu oleh K.H. Zahid Ridwan madrasah ini
terus mengayuh perjalanan juangnya dengan menyantuni siswa yang kebanyakan dari
keluarga kurang dan tidak mampu.
*) Databased MIN
Jejeran, Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Keadaan ini
berlangsung hingga tahun 1963. mulai tahun tersebut, Madrasah Ibtidaiyah
Salafiyah Jejeran memasuki era baru dengan menggunakan kurikulum yang disusun
Departemen Agama RI.
Keputusan ini untuk
memenuhi Peraturan Kementrian Agama RI nomor 1 tahun 1946 dan nomor 7 tahun
1950, bahwa madrasah adalah lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan 70% ilmu
pengetahuan agama Islam dan 30% ilmu pengetahuan umum serta tunduk pada perundangan
yang berlaku.
Selanjutnya, dalam
upaya memperkuat eksistensi madrasah, atas ketulusan pengelola dan didukung
oleh Dewan Penyantun, maka pada tahun 1963 Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah
Jejeran diusulkan menjadi madrasah negeri. Sejak saat itu diberlakukanlah uji
kelayakan untuk menjadi madrasah negeri.
Uji kelayakan ini
berlangsung hingga tahun 1967 sampai akhirnya madrasah ini ditetapkan menjadi
MI percobaan Negeri. Setelah masa percobaan ini berjalan dengan baik dan dapat
diterima, maka pada tanggal 31 Januari 1968 keluarlah SK menteri Agama RI nomor
14 1968 yang menetapkan bahwa Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah Jejeran menjadi
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jejeran, dengan kurikulum sepenuhnya mengacu
pada kurikulum yang dikeluarkan Departemen Agama. Perlu juga diketahui bahwa
saat ini Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran lebih dikenal dengan ”MINejer”.
2. Era Sebelum gempa
Sejak awal MIN Jejeran dinegerikan,
kepala madrasah yang pertama adalah Bp. Salim Jaman, B.A. sampai tahun 1996
karena purna tugas. Kemudian pada tahun tersebut dilanjutkan oleh Bp. H.
Zamari, B.A. sampai tahun 2004 karena promosi sebagai Pengawas dan dilanjutkan
oleh Bp. Masruhi S.Ag sampai 2005 karena promosi jabatan sebagai kepala MTs.
Dan mulai 1 Agustus 2005 amanah Kepala Madrasah dilanjutkan oleh Drs. Abdul
Haris Nufika, M.Pd. (Hasil kumpulan dokumen MIN Jejeran)
Pada masa-masa
sebelum gempa 27 Mei 2006, setidak-tidaknya 10 tahun terakhir MIN Jejeran
mengalami penguatan jati diri dan eksistansi sebagai Madrasah yang kurikulumnya
selain kurikulum Departemen Agama juga mengadopsi kurikulum dari Departemen
Pendidikan Nasional. Disamping ujian dari Departemen Agama juga mengikuti ujian
yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan tanpa meninggalkan
Departemen Agama, MIN Jejeran selalu intens berkomunikasi, berkoordinasi dan
bekerjasama dengan sekolah dan instansi dibawah Departemen pendidikan Nasional.
(Hasil wawancara dengan H. Zamari, B.A., mantan kepala Madrasah tahun 1996 –
2004)
Tahun 1998 MIN Jejeran pernah mewakili Kabupaten Bantul maju Lomba UKS
(sekarang Lomba Sekolah Sehat) dan menempati rangking 4. Dan, selanjutnya dalam
bidang kesehatan anak MIN Jejeran terus menerus menekan pertumbuhan penyakit
scabies yang datanya 68% dari siswa yang dirujuk ke puskesmas tahun 1996, dan
berangsur turun menjadi hanya tinggal 17% pada tahun 2002 dan 5% pada tahun
2006. (dan 0% pada tahun 2008) (Dokumen rujukan UKS MIN Jejeran).
3. Pasca gempa bumi 27 Mei 2006
Gempa bumi 27 Mei
2006 telah membawa dampak yang teramat dalam bagi seluruh warga Yogyakarta
khususnya di Kabupaten bantul termasuk di dalamnya keluarga besar MIN Jejeran.
Harapan untuk hidup tipis, apalagi sampai membangun kembali pergedungan dan
melengkapi peralatan yang rusak porak poranda. Pada masa-masa emergensi pasca
gempa yang ada hanyalah kekalutan dan serasa lepas sendi-sendi di badan. Hanya
sedikit gairah hidup dan adanya seolah-olah hanya ’pasrah’ pada nasib. Tetapi
karena tuntutan keadaan maka tidak ada pilihan lain keculai pelaksanaan
pendidikan harus tetap berjalan. Maka belajar beralaskan tanah beratapkan
langit betul-betul pernah terjadi. Kemudian bertahap bisa belajar di bawah
tenda, semua serba apa adanya, kadang pulang pagi karena gempa susulan,
ada yang trauma sehingga keluar dari MIN
Jejeran yakni sebanyak 42 anak.
Prestasi MIN Jejeran
yang paling hebat saat ini adalah dapat bertahan dengan kondisi serba
keterbatasan. Banyak LSM datang, simpatisan, relawan dan sebagainya yang hal
ini dijadikan kesempatan emas awal mula menggalang kemitraan. Segala kegiatan
MIN Jejeran dilaksanakan bekerjasama dengan mitra (LSM, pengusaha, atau
pribadi). Maka berlanjutlah kegiatan sampai pada masa-masa recovery.
4. Pasca rekonstruksi gempa 27 Mei 2006
Peran dan negosiasi
antara Departemen Agama dalam hal ini khususnya Kantor Wilayah dan Kantor
Kabupaten serta komunikasi intens dengan Dinas pendidikan dan kebudayaan (waktu
itu) serta Pemarintah Daerah Kabupaten Bantul membawa hasil dengan hadirnya
Plan di MIN Jejeran. Rekonstruksi oleh Plan pun akhirnya disepakati dan
berjalan cepat dan akurat.
Segala sesuatunya
direncanakan bersama, dikerjakan oleh ahlinya dan diawasi bersama. Aksi Plan
’memberi kail’ untuk MIN Jejeran berdampak positif. Kegiatan yang dilaksanakan
antara lain rekonstruksi gedung, melengkapi peralatan belajar dan mebelair,
pelatihan bagi Kepala Madrasah, pelatihan bagi guru, pelatihan untuk murid,
pelatihan untuk komite, pelatihan untuk orang tua/wali murid. Pembentukan
paguyuban, pemantauan kegiatan madrasah, pembinaan kegiatan, dan dukungan
kegiatan.
Satu persatu
prestasi MIN Jejeran mulai diukir diantaranya Juara umum Porseni MI Kabupaten
Bantul tahun 2008, Juara Umum pelaksanan Kegiatan ’Fresh’ bersama Yayasan
Lestari Indonesia tahun 2008.
B. Visi dan Misi
- Visi

Terwujudnya madrasah
berwawasan lingkungan yang modern, religius,
dan sehat
- Misi
a. Menyiapkan generasi
yang cerdas, sehat, santun taat
beribadah dan peduli lingkungan;
b. Menyelenggarakan
pendidikan yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang berwawasan
lingkungan;
c. Memanfaatkan
teknologi sebagai pendukung proses pembelajaran; dan
d. Menggalang kerjasama
dengan semua fihak meningkatkan mutu warga madrasah.
- Tujuan
a. Madrasah bisa
memperoleh input partisipatif
b. Guru dapat
melaksanakan pembelajaran berkwalitas
c. Siswa mencapai
kelulusan tinggi
d. Terjalin kerjasama
dengan DUDI dan orang tua/wali murid tertuang dalam nota kesepahaman
C.
Gambaran fisik dan perlengkapan MIN Jejeran
- Gedung megah bergambar mural inspiratif
Gedung MIN Jejeran
yang menempati lahan seluas 2485 m2
ini berlantai 2 dengan dinding-dindingnya penuh mural yang dibuat oleh
perancang graffiti yang profesional berdasar inisiatif/ide anak-anak sehingga
menimbulkan kebanggaan dan inspirasi yang hebat bagi anak-anak dan semua orang
yang ada/datang di MIN Jejeran.
Pesan-pesan dinding
yang menggelitik ditulis untuk menggugah imajinasi, menimbulkan semangat,
dan merangsang otak untuk berani berkreasi.
UKS
Lantai berwarna putih, luasnya 35.19 m2
dan luas ventilasi 4.60 m2 atau 13.07 % dari luas latai. Peralatan
ditata berdasarkan abjad atau angka sesuai daftar sehingga memudahkan untuk
mencari dan mengenalinya.- Kelengkapan UKS
Selain yang sudah pasti obat-obatan dan
keperluan perawatan, UKS MIN Jejeran memiliki beberapa peralatan yang sangat
memadai antara lain sebagaimana terdapat pada tabel berikut:![]() |
- Ruang kelas
Tabel .2 :
Persentase Luas Ventilasi Dengn Luas Lantai
|
Kelas
|
Luas
|
Jumlah Siswa
|
Kepadatan
|
Luas Ventilasi
|
Persentase Luas
Ventilasi Dengn Luas Lantai
|
Jarak Papan Tulis
dengan Siswa Terdepan
|
|
I A
|
53.04m2
|
29
|
1.83
|
5.5m2
|
10.36%
|
2.5m
|
|
I B
|
53.04m2
|
30
|
1.77
|
5.5m2
|
10.36%
|
2.5m
|
|
II A
|
53.82m2
|
23
|
2.34
|
6.96m2
|
12.93%
|
2.75m
|
|
II B
|
53.82m2
|
25
|
2.15
|
6.96m2
|
12.93%
|
2.75m
|
|
III A
|
53.82m2
|
20
|
2.69
|
6.96m2
|
12.93%
|
2.60m
|
|
III B
|
35,9 m2
|
20
|
1.79
|
4,6 m2
|
13,07 %
|
2.5m
|
|
IV A
|
53.82m2
|
17
|
3.16
|
6.56m2
|
12.18%
|
2.85m
|
|
IV B
|
53.04m2
|
17
|
3.12
|
5.5m2
|
10.36%
|
2.85m
|
|
V A
|
53.82m2
|
23
|
2.34
|
4.76m2
|
8.84%
|
2.75m
|
|
V B
|
53.04m2
|
18
|
2.94
|
5.5m2
|
10.36%
|
2.75m
|
|
VI A
|
53.82m2
|
24
|
2.24
|
6.96m2
|
12.93%
|
2.60m
|
|
VI B
|
53.82m2
|
22
|
2.46
|
6.96m2
|
12.93%
|
2.55m
|


Ruang Guru

Ruang guru dengan
berbagai fasilitas pendukungnya memungkinkan para guru beraktifitas dengan
optimal. Ruang ini berukuran 53.82m2
dengan pencahayaan yang sangat terang baik sinar matahari maupun lampu
yang memungkinkan untuk melakukan aktifitas di malam hari. Luas ventilasi 5.5m2 = 10. 22% dari luas lantai dan dilengkapi AC
dan komputer.
Jumlah komputer yang
dapat digunakan sebanyak 15 unit dengan spesifikasi Pentium 4, 4 laptop dan 2
LCD proyektor.
![]() |
Ruang Kepala Madrasah
Luas Ruang Kepala
Madrasah adalah 21,42 m2 dengan luas ventilasi 2.35 m2
sehingga prosentase perbandingan luas ventilasi dengan luas lantai adalah
10.97%.Ruang kepala madrasah memiliki pencahayaan yang terang dan ventilasi
yang saling berhadapan, sehingga tercipta suasana yang nyaman dengan penataan
yang rapi dan asri.- Ruang TU

Tidak seperti SD/MI
umumnya, MIN Jejeran juga memiliki ruang khusus TU sendiri yang disekat untuk
staf TU, untuk staf bendahara dan untuk karyawan komite. Luas lantai 53.82m2
, luas ventilasi 6.56m2 = 12.18% dari luas lantai. Pencahayaan
sangat terang dan penataanya rapi.- Ruang ketrampilan
Ruang ketrampilan
berada di lantai dua, berukuran 5,1 meter x 3,9 meter. Ruang itu berfungsi
sebagai tempat dokumentasi dan pajanagan hasil karya (ketrampilan) siswa. Namun
tidak semua hasil karya siswa dipajang di ruang ketrampilan, beberapa
diantaranya dipajang di ruang kelasnya sebagai bentuk penghargaan kepada siswa dan di perpustakaan sebagai koleksi.
- Kantin
Kantin ini dinamai
’KEJUJURAN’ sejak tahun pelajaran 2007/2008. Tidak ada alasan khusus waktu itu
kecuali ’asyik’ saja. Kelihatannya, kok, bisa menfasilitasi kejujuran anak, dan
ternyata anak-anaknya sangat jujur.
- Perpustakaan


Ruang perpustakaan
berukuran 14 meter x 7 meter = 98 m2, dengan ventilasi seluas 13,95
m2 atau 14,23 % dari luas ruanganyang memungkinkan sirkulasi udara
lancar. Ruangan sangat terang karena terdapat 6 buah lampu philip jari 22 wott
dan nyaman karena lantai berkarpet. Ruang perpustakaan suasananya
nyaman, tertata rapi, bersih dan harum.
Perpustakaan MIN
Jejeran memiliki 1562 koleksi buku
dengan 548 judul. Sedangkan buku kesehatan sebanyak 20 judul. Dengan jumlah
exemplar 50 exemplar.- Mushalla
Hanya dua kata yaitu
sejuk dan menentramkan.![]() |
- Pagar kokoh dan aman
![]() |
- KM/WC siswa dan guru
Yang pasti baunya wangi,
lantai dan dinding bersih, airnya jernih dan melimpah, serta peralatannya
lengkap. Jumlahnya 16 buah.
- Wastavel
Jumlahnya 22 titik
kran cuci tangan sehingga sangat memadai untuk semua siswa dan guru.
- Halaman
Wah ...! Betapa
nyamannya halamanku. Hijau, rindang, sejuk, ramah untuk bermain dan membantuku
menyegarkan diri setelah jenuh belajar.

- Pohon-pohon yang rindang
Banyaknya pohon yang
tumbuh di depan dan belakang madrasah membantuku mendapatkan oksigen, juga
nyaman untuk berteduh.
Yuk, belajar di bawah pohon!
- Poster kesehatan
Tidak hanya ditulis dan dibaca, lho, tapi juga
diamalkan; agar kita sehat semua. Kalau sudah sehat, apapun dapat kita kerjakan
dengan lebih baik. ![]() |
|||
![]() |
|||
- Taman halaman
Ditata indah oleh
pekebun bunga yang berpengalaman. Seluruh sudut yang kita pandang, pasti
membekaskan rasa sejuk di hati. Mak nyesss!![]() |
Parkir
![]() |
|||
![]() |
|||
Sepeda ditata
menurut jenisnya. Ada yang jengki, BMX, federal, mini dan juga midi. Sepeda
Bapak/Ibu juga ditata. Rapi, kan. Jangan lupa ditata menurut urutan
datangnya; kalau datang lebih dulu, ya harus diparkir dipaling timur. Begitu
seterusnya ke arah barat. Hayo, siapa yang datang paling belakang pasti
kelihatan.
Kebun Madrasah
Kebun sekolah yang menyanding pagar
selalu menumbuhkan kesadaran warga madrasah terhadap kebutuhan sayur dan buah.
- Toga
Lahan yang multifungsi dengan keteduhan,
kerindangan, dan keanekaragaman jenis tanaman obat menjadikan tempat ini nyaman
juga untuk arena pembalajaran yang hidup.![]() |
|||
![]() |
|||
- Bak sampah


Tempat sampah dengan tiga jenis sesuai
dengan warnanya: hijau untuk sampah organik; kuning untuk sampah kertas; dan
merah untuk sampah plastik
Nah, yang sedang dibongkar ini sampah
organik yang sudah dijadikan kompos –untuk pupuk taman dan kebun kita. Hemat!
Sumber air
bersih
![]() |
![]() |
Gudang
Kondisi gudang diusahakan semaksimal mungkin tertata dan dan bebas
debu
- Biopori dan sumur resapan air hujan


Inilah salah satu
cara untuk mewariskan air pada anak cucu nanti![]() |
Tangga ramah
difabel
Inilah rancangan lingkungan madrasah yang memungkinkan anak difabel
(cacat) bisa mengakses pendidikan di sini.
Sebuah rancangan ke depan.
- Meja kursi ramah anak
Meja dan kursi didesain tanpa sudut
siku/lancip sehingga aman bagi anak.
Mural diding
yang hebat
Pesan-pesan
mulia
Banyaklah belajar dari orang besar karena
kelak kamu pun akan menjadi mereka. - Kolam ikan
Kalau kita sayang mereka, maka Allah dan
seluruh penghuni langit juga pasti sayang pada kita.
- Taman baca
Berdampingan dengan ruang perpustakaan
dengan kondisi tempat yang selalu segar dan teduh. ![]() |
- Tempat wudlu
Tempat wudhu yang representatif dan
memiliki 18 titik kran memungkinkan kelancaran agenda shalat berjamaah, baik
shalat dhuha maupun shalat maktubah. Tidak hanya itu, ketersediaan tempat wudhu ini juga
memudahkan proses pembelajaran (pembiasaan) dan praktek ibadah.- Ruang tunggu
Dengan
backgound mural yang artistik dan multifungsi ditambah lokasinya
yang terbuka ditingkahi hamparan rumput semakin menambah nyaman bagi para
pengunjung, termasuk orangtua yang akan menjemput putra-putrinya.- Pos satpam
![]() |
Kendati mungil, namun pos satpam ini
tetap menunjukkan keramahannya. Bukan lagi tempat yang kaku, tapi inilah
scurity yang dibalut dengan nuansa pendidikan.
D.
Gambaran Kegiatan MIN Jejeran- Proses KBM
Seiring dengan perkembangan di dunia
pendidikan, lengkap dengan segala macam produknya, MIN Jejeran selalu berlomba
untuk menjadi yang terdepan dalam upaya mengfasilitasi peserta didik mencari,
menemukan dan memperoleh pengetahuan.
Ada dua model kegiatan pembelajaran yang
dikembangkan, yaitu PAKEM dan CTL. Di tangan para guru yang berpengalaman dan
berjiwa interpreneurship profesional, pembejalaran yang dijalankan menjadi
hidup dan enjoinable. PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan
Menyenangkan adalah jawaban atas persoalan pembelajaran selama ini yang
(dipandangan) otoriter, jumud, menjenuhkan dan searah (teko:guru dan
gelas:murid). CTL (Contextual Learning) menuntun peserta didik melakukan
dan belajar serta belajar dengan melakukan. 
![]() |
![]() |
||
- Dokter kecil
Dalam rangka mewujudkan MIN Jejeran yang
sehat paripurna, keberadaan dokter kecil, atau yang sekarang disebut dengan
TIWISADA (Tim Bakti Husada), merupakan
satu komponen yang tidak dapat dipisahkan.
TIWISADA inilah yang menjadi garda depan terwujudnya hal di atas.
Pelbagai kegiatan dilaksanakan guna membekali kader-kader kesehatan ini
menjalankan tugasnya.
![]() |
PKS
Dengan pakaian serba putih, sebuah topi,
tali dengan peliutnya –beratribut layaknya seorang polisi, mereka inilah
miniatur-miniatur kedisiplinan seorang polisi. Siaap ... grak!
- Upacara Senin dan hari-hari penting lainnya
Upacara harus
berjalan dengan khidmat juga disiplin, tetapi bukan berarti kaku. Inilah
setidaknya yang ditunjukkan oleh MIN Jejeran. Upacara menjadi menyenangkan,
tidak membuat pusing apalagi pinsan.
Tidak jarang juga MIN Jejeran menghadirkan pembina upacara dari luar,
misalnya dari unsur polisi dan dinas pendidikan.
- Jumantik

Sebuah istilah yang diambil dari akronim
juru pemantau jentik, menjadi nama bagi tim pemburu keberadaan jentik. Tidak
hanya dalam lingkungan madrasah saja, tim pemantau jentik ini secara rutin
berkeliling ke perumahan penduduk untuk memeriksa keberadaan jentik
tempat-tempat penampungan air. Dengan berbekal lampu senter, kertas catatan dan
stiker PSN, tim ini berusaha meminimalisir perkembangbiakan nyamuk.- Jumangkah
Juru pengambil dan mengumpulkan sampah
–inilah istilah aslinya. Tanpa bermaksud memanjakan warga madrasah yang lain, tim
ini bertanggung jawab kebersihan lingkungan sekolah. Hal ini lebih dimaksud
untuk membangun kesadaran kebersihan lingkungan di samping dijadikan model
kepedulian bagi warga madrasah.
Berkebun di
Madrasah
Jangan pernah merasa heran manakala anak-anak
kita tidak tahu pohon cabai, tomat, bayam, terong dan jenis sayuran yang lain.
Jangan pula merasa tercengang kalau anak-anak kita tidak pernah tahu seperti
apa pohon bawang atau bahkan yang lebih sepele dari itu.
Sisi
inilah yang mendasari keberadaan kebun MIN Jejeran. Di samping itu, keberadaan
kebun madrasah ini juga untuk membangun kecintaan anak pada lingkungan. Ingat,
kalau kita menyangi tanaman, maka penghuni langit pun akan mencintai kita.
- Kegiatan di TOGA

Tidak hanya untuk pengobatan, green house
MIN Jejeran juga lebih sering dijadikan media pembelajaran.![]() |
- Mengolah Sampah
![]() |
|||||
|
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
|
|||||
![]() |
|||||
- Tadarus al-Qur’an
Menumbuhkan kecintaan pada al-Qur’an
menjadi tujuan utama kegiatan ini. Lebih dari itu, kegiatan ini juga
dimaksudkan untuk membangun karakter keagamaan. Tadarus al-Qur’an dilaksanakan
setiap hari sebelum pelajaran dimulai dengan jadwal surat yang berbeda-beda
sesuai dengan tingkatan kelas.![]() |
- Sema’an, Pengajian, dan Mujahadah Rutin

Kegiatan ini dipanitiai oleh orang tua
wali murid, salah satu guru dan beberapa wali murid yang khafidz dan dan
khafidzah berkenan disima’. Hasilnya cukup memberikan nuansa religius di hati
anak-anak dalam rangka pembentukan karakter keagaamaannya. - Tartil Qur’an
Kegiatan ini lebih
diarahkan untuk mendalami tata baca al-Qur’an agar sesuai dengan kaidahnya
(baca: ilmu Tajwid).
Tentram. Perasaan inilah yang muncul dalam hati manakala mendengarkan
manusia-manusia suci ini membacakan firman Allah SWT dengan benar dan tenang.
- Khifdhil Qur’an
MIN Jejeran sudah
memiliki standar kemampuan yang harus dikuasai setiap anak dalam setiap
tingkatan kelasnya, termasuk di dalamnya hafalan al-Qur’an. Namun, harus
dipahami bahwa hafalan yang dimaksudkan di sini tidak dimaksudkan untuk
membebani anak, tapi sebuah hasil yang berjalan dengan sendirinya. Dimulai dari
tadarus setiap hari dengan jadwal surat sesuai tingkatan kelas ditambah dengan
kegiatan tartil al-Qur’an untuk mengecek kebenaran bacaan, maka hafalan ini
akan dimiliki anak dengan sendirinya.
- Khattil Qur’an
Khaththil Qur’an
adalah latihan cara menulis halus, indah dan benar ayat-ayat al-Qur’an dan
tulisan Arab pada umumnya. Latihan ini membekali anak kemampuan menulis Arab
dengan pelbagai jenis khath (baca: font) beserta kaidah penulisan Arab.
- Bimbingan Shalat
Tidak hanya
pembelajaran yang secara mekanis berlangsung di kelas, bimbingan ibadah,
termasuk shalat, juga dilaksanakan di luar jam pelajaran sehingga anak memahami
secara pasti kaifiyah ’tata cara’ beribadah dengan benar, baik dari sisi
gerakan maupun bacaan.- Shalat jama’ah Dhuha
Kegiatan
ini dilaksanakan menyesuaikan jadwal kelas dengan bimbingan guru yang juga
sudah terjadwal. Namun, harus tetap dipahami bahwa hal terpenting dalam
kegiatan ini adalah menanamkan karakter keagamaan pada diri peserta didik.
- Senam jari
Di bawah bimbingan
Bu Sulastri (unsur paguyuban orangtua/wali murid), anak-anak dilatih senam jari
untuk menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.
- Drumband
Inilah regu drum
band Adhi Swara MIN Jejeran yang selalu setia menjadi garda depan gerak langkah
event-event besar MIN Jejeran.
![]() |
- Tae Kwon Do
Dengan semangat olah
raga dan pembinaan mental, Taek Kwon Do MIN Jejeran berlatih penuh semangat.
![]() |
- Club Senam Pagi Indonesia
Satu ... dua ...
tiga ....
Gerakkan semua anggota tubuh agar tidak kaku dan peredaran darah lancar.
Kalau badan segar, belajar juga lancar.
- Renang
Kalau semua anak MIN Jejeran ditawari
ikut renang, pasti semua ikut. Buktinya, walaupun belum punya kolam renang
sendiri alias masih menyewa, namun anak-anak di sini selalu bersemangat
ikut renang. Wah ... siapa yang mau menyumbang kolam renang untuk anak-anak
penuh semangat ini.
- Olah Raga
Tidak hanya untuk
laki-laki lho, siapapun boleh ikut kegiatan ini. Yang terpenting adalah
sehat, semangat, fresh ’segar’ dan siap untuk belajar lagi. Anak-anak MIN
Jejeran selalu senang bermain (baca: berolah raga) sepak bola di bawah
bimbingan Pak Fakhrul. Ada banyak cabang olah rag yang dimiliki MIN Jejeran,
yaitu: sepak bola, kasti, pingpong, badminton dan basket,
Egrang
Permainan ini
terlihat tradisional, namun tidak semua orang bisa. Butuh keseimbangan yang
prima. Ada yang menyebutkan, kemampuan anak menaiki egrang juga dipengaruhi
oleh kemampuan otaknya.
TV MINejer
![]() |
|||
|
|||
- MINejer FM
Beriringan dengan TV MINejer, MINejer FM
selalu hunting berita untuk kemudian di sajikan dalam bentuk berita.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan membekali peserta didik dengan
kemampuan jurnalistik.
- FANSHoB (Festival Anak Shaleh Berbakat)

Kegiatan ini diselenggarakan dengan
menggandeng semua pihak dengan tujuan memberikan ruang ekspresi bagi siswa TK
dan SD. Kegiatan ini lebih bisa dikatakan panggung pagelaran. Semua boleh
tampil dan tampilan apapun boleh.- Camping
![]() |
Menyenangkan
dan Berprestasi
- Outbond
|

- Rihlah
Kegiatan luar lain yang diselenggarakan
MIN Jejeran adalah rihlah ‘wisata’. Selain wisata, tentunya kegiatan ini juga
untuk wahana pendidikan. CTL juga bisa dipadukan dengan kegiatan ini. Berangkat
dengan penuh gembira; pulang dengan pengalaman dan semangat baru.
- MC 4 bahasa
![]() |
Dalam
kegiatan ini peserta didik dilatih untuk membawakan acara dengan empat bahasa:
bahasa Indonesia, Jawa, Arab dan Inggris.
- Hadrah
Terbawa
rasa cinta pada Rasulullah SAW kelompok hadrah ini terbentuk. Tidak ada
niatan lain, kecuali mengharapkan syafaat Nabi SAW.- Vokal Group MINejer
Di bidang seni, MIN Jejeran juga
menyelenggarakan latihan vokal. Nah, yang dua ini adalah anggota Vocal Group
MINejer yang sedang tampil di pentas.- Khitabah/pidato
Inilah salah satu da’i cilik yang
dimiliki MIN Jejeran. Walaupun baru kelas III, Istifaul Mawaddah sudah bisa
berceramah. Alhasil, gagasan-gagasan yang muncul di MIN Jejeran dapat
disebarluaskan oleh da’i kita ini. Semua anak bisa ikut latihan.- Komputer kids
Melalui kegiatan ini, para siswa dapat
belajar mengoperasikan komputer. Mereka dapat mengetik, mengolah gambar,
mengolah data ataupun membuat tampilan slide. Lihatlah mereka yang
sedang asyik dengan program yang dijalankannya.- Matematika dahsyaaat
Matematika memang menyenangkan.
Itulah
kalimat yang diucapkan oleh anak-anak MIN Jejeran. Terlebih lagi dengan
bimbingan langsung dari Mas Fakhrur, Matematika seperti permainan. Sst ...
dalam UASBN tahun ini ada dua anak MIN Jejeran yang dapat nilai 10. Yang
sembilan dan delapan juga banyak.
Selamat,
ya! Tunggu saja bonusnya.
![]() |
Sempoa
![]() |
|||
![]() |
|||
- Kreasi istana Pasir
![]() |
Di bawah
keteduhan pohon anak-anak ini berusaha mewujudkan istana impiannya. Mereka
bebas membuat kreasi apapun dengan pasir ini. Jangan lupa nati cuci tangan;
karena air krannya sudah tersedia banyak.
- Mading
Nah ..., siapa yang sudah punya karya
boleh dipajang di sini. Tidak harus meniru yang sudah ada; buat saja karya
sesukamu. - Program Pendampingan
Program pendampingan adalah kegiatan di
luar jam sekolah. Tepatnya, kegiatan ini diberikan kepada siswa setelah selesai
jam pelajarannya, tetapi masih ingin di sekolah. Di sini anak-anak akan
dibimbing mengerjakan PR, pendalaman materi belajar, pengembangan kreatifitas,
origami, renang dan permainan edukatif.- Potong Kuku dan rambut
Yang mau potong rambut di sini boleh,
murah lagi. ![]() |
Dengan
kuku bersih, tubuh kita bisa sehat karena kita lebih mudah membersihkan tangan
sebelum makan.
- Bimbingan Konseling
Kalau mau curhat, ya di sini tempatnya.
Bapak/Ibu BK siap memberikan solusi yang
terbaik. Hanya saja, harus dipahami bahwa anak yang menghadap BK tidak berarti
memiliki “masalah” dalam arti negatif. Sebab, guru BK bertugas mengawasi kemajuan
dan perkembangan anak, dari tidak baik menjadi baik dan dari baik menjadi lebih
baik lagi.
E. Kekuatan personal Teamwork MINejer
Sumber daya manusia
di MIN Jejeran terdiri dari : 1 orang Kepala Madrasah, 20 orang guru yang 8 orang diantaranya telah
tersertifikasi, 2 kandidat sertifikasi, 3 orang sarjana, dan 6 orang dalam pendidikan S 1. Di samping itu
MIN Jejeran juga memiliki 1 orang bendahara rutin, 2 orang staf Tata Usaha, 1
orang pegawai perpustakaan,3 orang guru pendampingan, 1 orang cleaning
servise, 1 orang penjaga malam dan 1 orang satpam. Dengan demikian
jumlah SDM di MIN Jejeran adalah 31 orang.
F. Gambaran Mitra MIN Jejeran
Penggalangan kerjasama merupakan unggulan
MIN Jejeran dalam menggerakkan kegiatan madrasah. MIN Jejeran sangat sadar akan
munculnya ”pemahaman” publik bahwa sekolah negeri, termasuk juga Madrasah
Ibtidaiyah Negeri Jejeran, tidak diperbolehkan memungut biaya pendidikan
dari orangtua/wali murid. Tidak mau terlena dengan kucuran biaya pendidikan
dari pemerintah yang belum tentu cukup untuk menjadikan MIN Jejeran lebih dan
paling baik, maka membangun kemitraan ini menjadi salah satu pemecahan masalah
kekurangan dana, terutama dana kegiatan yang tidak disebutkan dalam DIPA.
Lebih dari itu Kebersihan, keindahan, kesehatan, kenyamanan
lingkungan dan tentunya prestasi tidak terlepas dari partisipasi dan kesadaran
masyarakat sekitar sebagai pemilik madrasah.
Hal ini dapat diartikan bahwa kesadaran
masyarakat sekitar dengan rasa handarbeni-nya menjadikan cita-cita
madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berwawasan lingkungan sebagai sebuah
keniscayaan –sangat mungkin tercapai dan inilah yang kini telah dicapai oleh
MIN Jejeran. 



Kepedulian orangtua/ wali murid MIN
Jejeran kini tidak lagi hanya terbatas pada permasalah akademis, tetapi sudah
mencakup semua program yang dicanangkan, dilaksanakan dan dievaluasi bersama. Kiranya foto-foto di
bawah ini lebih mewakili apa yang dipaparkan di atas.![]() |
|||||
![]() |




G. Gambaran
prestasi MIN Jejeran
PANEN DAN TABUNG AIR HUJAN UNTUK MASA DEPAN
DENGAN BIOPORI DAN
RESAPAN
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kegiatan kegiatan pembuatan biopori di madrasah sudah berjalan dengan baik.
2. Dengan dilaksanakann
pembelajaran secara kontekstual/ praktek
langsung maka terciptalah sekolah atau madrasah
yang siswanya tetap sehat dan bersekolah yang nyaman, asri, bersih, dan hebat
prestasinya.
B. Saran
Program ini dapat berjalan dengan baik bila :
1. Kerjasama
antara madrasah dengan orangtua atau wali patembayan atau paguyuban komite, masyarakat,
pemerintah dan instansi yang terkait lebih ditingkatkan.
2. Kesadaran
untuk tetap menjadikan madrasah sebagai tempat untuk membangun masyarakat yang cinta
lingkungan selalu dilaksanakan dan
diimplementasikan dalam semua bidang studi
3. Do it now.
IDENTITAS
Nama :
Akhmad Farid
Tempat dan Tanggal Lahir :
Bantul, 10 Mei 1971
Tempat Kerja :
MIN Jejeran
Mata pelajaran yang diampu: Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Arab,
Seni Budaya dan Ketrampilan, Tehnik Komputer
Status :
PNS
Lama Mengajar :
5 tahun
Alamat Kantor :
MIN Jejeran, UPTD Pleret Bantul
Alamat Sesuai KTP :
Ploso,
Wonolelo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Alamat Domisili :
Ploso, Wonolelo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Pengalaman Pendidikan
Kualifikasi Akademik
|
No
|
Jenjang
|
Program Studi
|
Perguruan Tinggi
|
Tahun Lulus
|
|
1
|
SLTA
|
|
PGAN Yogyakarta 1
|
1989
|
|
2
|
PT
|
PAI
|
Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
|
-
|
|
|
|
|
|
|
A. Pendidikan (Pelatihan yang pernah diikuti)
|
No
|
Nama Pelatihan
|
Lama Pelatihan
|
Tempat
|
Tahun
|
|
1
|
Workshop Mapel Biologi
|
|
Kanwil Depag DIY
|
02/09/2006
|
|
2
|
Workshop Guru Kelas
|
|
Palembang
|
19/09/2006
|
|
3
|
Pelatihan Peran Dewan Sekolah
|
|
Hotel Brogto DIY
|
08/12/2006
|
|
4
|
Sosialisasi KTSP
|
|
01/MI.G/XII/2006
|
19/12/2006
|
|
5
|
Orientasi Peningkatan Kompetensi Pembelajaran MI
|
|
MIN Pajangan Bantul
|
10/01/2007
|
|
6
|
Pelatihan Pembelajaran Pakem
|
|
Hotel Brogto DIY
|
18/01/2007
|
|
7
|
Pelatihan Penyusunan LKS
|
|
Hotel Ros in DIY
|
26/04/2007
|
|
8
|
Workshop RAPBS/M
|
|
Wisma pertanian Malioboro DIY
|
26/08/2007
|
|
9
|
Orientasi Kepala Sekolah
|
|
PPPG kesenian DIY
|
31/08/2007
|
|
10
|
Seminar Nasional Membangun Budaya Menulis
|
|
Diknan Bantul
|
03/11/2007
|
|
11
|
Workshop Peningkatan Peran Guru Dalam Jurnalistik
|
|
Smk 1 Bantul
|
05/01/2008
|
|
12
|
TOT MBS
|
|
Hotel Ros in DIY
|
12/02/2008
|
|
13
|
Workshop SIP
|
|
MIN Jejeran
|
24/05/2008
|
|
14
|
Seminar Nasional
Tehnik Mendongeng
|
|
Gedung Kesenian Gabusan
|
24/08/2008
|
|
15
|
Workshop Pengembangan Kultur Membaca dan menulis
|
|
Hotel Ros in DIY
|
12/12/2009
|
|
16
|
Seminar Pengurangan Risiko Bencana
|
|
Hotel Brongto DIY
|
14/12/2009
|
|
17
|
Workshop: Innovative Arabic teaching Method
|
|
UMY
|
06/02/2010
|
|
18
|
Matematika Dahsyat Seminar
|
|
MIN Jejeran
|
Mar-10
|
|
19
|
Lokakarya UASBN SD/MI
|
|
Gedung PWRI DIY
|
07/03/2010
|
|
20
|
Pelatihan Tehnik Menghafal Cepat al Asma al Husna Metode
Hanifida
|
|
UIN Sunan Kalijaga
|
03/04/2010
|
|
21
|
Pelatihan Tehnik Menghafal Al Qur'an Model File Computer
Metode Hanifida
|
|
UIN Sunan Kalijaga
|
04/04/2010
|
|
22
|
Pelatihan Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah
|
|
UIN Sunan Kalijaga
|
08/05/2010
|
|
23
|
Workshop Meningkatkan Produktifitas dan Kreatifitas guru
dalam Rangka Mewujudkan Pendidik yang Profesional
|
|
MIN Jejeran
|
09/08/2010
|
|
24
|
Pembimbing Mahasiswa PPL-KKN Integratif UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta
|
|
MIN Jejeran
|
30/08/2010
|
A. Riwayat Mengajar
|
No
|
Mata Pelajaran
Kelas
|
Sekolah
|
Tahun
|
|
1
|
IPA VI
|
MIN Jejeran
|
2008 – 2010
|
|
2
|
Bahasa Arab
IV,V,VI
|
MIN Jejeran
|
2005-2010
|
|
3
|
SBK
|
MIN Jejeran
|
2008-2010
|
|
4
|
SKI IV,VI
|
MIN Jejeran
|
2005 – 2007
|
|
5
|
QH VI
|
MIN Jejeran
|
2008 -2010
|
|
6
|
Bahasa Indonesia
|
MIN Jejeran
|
2006- 2007
|
|
7
|
Tehnik Komputer
I,II,VI
|
MIN Jejeran
|
2007-2010
|
B. Pengalaman Penelitian
|
No
|
Judul Penelitian
|
Posisi Keterlibatan
|
Sumber Dana
|
Tahun
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C. Publikasi
|
No
|
Judul Artikel / Buku
|
Penerbit
|
Tahun
|
|
|
|
|
|
D. Penghargaan yang Pernah Diperoleh
|
No
|
Nama Penghargaan
|
Pemberi Penghargaan
|
Tahun
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
SURAT KETERANGAN
Nomor :................................................
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Drs. Abdul Haris Nufika, M.Pd.
NIP :
196310 271996 03 1001
Jabatan :
Kepala Madrasah Min Jejeran
Dengan ini menerangkan :
Nama :
AKHMAD FARID
NIP : 19710510 200501 1004
Jabatan :
Guru Min Jejeran
Telah membuat karya tulis dengan judul “Menabung air untuk masa depan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Yogyakarta” dan berkaitan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas VI, tema Ekosistem, yang sesuai
dengan tugas mengajar.
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk
dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.
Pleret, 10 Oktober 2010
Drs. Abdul Haris Nufika, M.Pd.
NIP. 196310 27 199603 1 001
REFERENSI
( Cantumkan tiga nama yang dapat dihubungi
untuk mendapat referensi tentang anda )
Referensi I
|
Nama
|
:
|
Drs. Abdul Haris Nufika, M.Pd
|
|
Relasi dengan Peserta
|
:
|
Kepala Madrasah
|
|
Alamat
|
:
|
MIN Jejeran
|
|
Telepon/Fax
|
:
|
0274 4399810/ Fax. 0274 4399810
|
|
HP
|
:
|
0856 2868 463
|
|
Email
|
:
|
min_jejeran@yahoo.co.id
|
Referensi II
|
Nama
|
:
|
Hanik Nurul Hidayah
|
|
Relasi dengan Peserta
|
:
|
Teman Sejawat
|
|
Alamat
|
:
|
Bodon RT 09/05, Jagalan, Banguntapan
|
|
Telepon/Fax
|
:
|
-
|
|
HP
|
:
|
0815 7850 6123
|
|
Email
|
:
|
-
|
Referensi III
|
Nama
|
:
|
ULIL HASANAH
|
|
Relasi dengan Peserta
|
:
|
FPRB (VIDKOM)
|
|
Alamat
|
:
|
Ploso, Wonolelo,Pleret, Bantul
|
|
Telepon/Fax
|
:
|
0274 441003
|
|
HP
|
:
|
085878802122
|
|
Email
|
:
|
-
|
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama (sesuai
KTP) : Akhmad Farid
Tempat dan Tanggal Lahir :
Bantul, 10 Mei 1971
Alamat Surat : MIN Jejeran, Wonokromo,
Pleret, Bantul
Menyatakan bahwa karya
yang saya ajukan dalam aplikasi Pemilihan Data Lingkungan Regional Jawa 2010
adalah benar-benar asli karya saya dan dapat dipertanggungjawabkan di depan
hukum.
Demikian surat pernyataan
ini saya buat dengan sesungguh-sungguhnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun
untuk dipergunakan seperlunya.
Pleret, 14 Oktober 2010
AKHMAD FARID
NIP. 19710510 200501 1001
DAFTAR PUSTAKA
www.suparlan.com;
E-mail: me [at] suparlan [dot] com.Maumere, Desember 2007
Databased MIN
Jejeran, Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Ariantoni,Drs,dkk Modul Pelatihan PRB,
,PUSKUR-BPP Kementerian Pendidikan nasional,Jakarta tahun 2009




































